KARAWANG - Nelayan hingga tukang ojek akan mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Bansos ini disalurkan ke warga Kabupaten Karawang yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Dinas Kabupaten Karawang, Ridwan Salam menerangkan, penyaluran bansos kepada warga yang terdampak kenaikan BBM ini sampai saat ini dalam pembahasan.
Adapun pembasan bansos yang akan diberikan terkait dengan sasaran, nominal bansos hingga anggaran yang akan dipakai untuk program sosial ini.
"Kalangan masyarakat yang akan mendapatkan bantuan ini adalah nelayan, petani, tukang ojek, dan kalangan masyarakat lainnya," ujarnya, Rabu (21/9/2022).
Ridwa menerangkan, bansos ini murni berasal dari Pemkab Karawang diluar dari BLT BBM pemerintah pusat. Dipastikan juga, terkait BLT BBM di Kabupaten Karawang masih terus berjalan dan disalurkan melalui Kantor Pos.
Terkait dengan skema penyaluran BLT BBM dibagi melalui beberapa titik, seperti di kantor pos, kantor desa, dan jemput bola dengan datang langsung ke rumah penerima.
Pembagiannya dilakukan di kantor pos atau di desa, atau didatangi ke tempatnya misal penerimanya itu jompo, tergantung dengan kebijakan kantor pos.
"Untuk program BLT BBM ini sepenuhnya dilaksanakan oleh kantor pos. Kami dari Dinas Sosial Karawang hanya melakukan peninjauan proses penyalurannya," terang Ridwan mengutip dari Antara.
Termasuk dengan data penerimanya, itu bersumber dari pemerintah pusat yang disampaikan ke kantor pos.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Digugat Cerai Istri, Elektabilitasnya Kalahkan Ketum Golkar
Sesuai dengan data kantor pos yang telah diterima, jumlah penerima BLT BBM di Karawang sebanyak 157.358 orang yang tersebar di 30 kecamatan sekitar Karawang.
"Sampai saat ini proses penyalurannya masih berlangsung, dan untuk sementara ini penyalurannya berjalan lancar," pungkas Ridwan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Annette Edoarda Tegang Selama Syuting Film Horor Songko di Tomohon
-
Bangga Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia, Frans Putros Langsung Fokus Hadapi Bali United
-
3 Zodiak yang Hidupnya Akan Lebih Mudah Setelah 9 April 2026
-
Nissa Sabyan Diduga Sudah Melahirkan Gara-Gara Video Orangtua Pangku Bayi, Ini Fakta Sebenarnya
-
Hazelight Umumkan Rekor Penjualan: Split Fiction Laku 7 Juta Kopi, It Takes Two 30 Juta
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu