PURWAKARTA – Bicara soal keindahan alam Jawa Barat tak pernah ada habisnya. Salah satunya, ada di Purwakarta yang bernama Sungai Cidomas Purwakarta.
“Blue River” itulah julukan wisata alam Sungai Cidomas Purwakarta ini. Kesejukan udara pegunungan, gemericik suara air, dan rimbunnya pepohonan nan hijau membawa ketenangan saat rekreasi di Sungai Cidomas.
Inilah kawasan wisata alam Purwakarta yang kian hari banyak menarik kunjungan para pelancong. Terletak di kaki Gunung Burangrang, puluhan mata air mengalirkan air jernih juga bebatuan besar berada di pinggiran Sungai Cidomas Purwakarta.
Tempat wisata alam ini terletak di Kp. Babakan RT 01 RW 02, Desa Garokgek, Kec. Kiarapedes, Kab. Purwakarta. Lokasinya kurang lebih sekitar 7 Km dari Situ Wanayasa ke arah Subang (perbatasan Wanayasa dan Sagalaherang).
Kawasan wisata ini ditata dengan baik oleh para penduduk dengan cara swadaya. Tempat wisata alam ini sendiri berlokasi di perbatasan Purwakarta-Subang. Untuk menuju tempat wisata Sungai Cidomas, pengunjung bisa menikmati sajian perkebunan teh serta pala.
Selain bisa menikmati suasana alam yang menyejukkan, pengunjung bisa untuk berenang. Adapun kedalamannya dari 10 cm sampai 2 meter. Keunikan airnya yang biru menjadi ciri khas Sungai Cidomas.
Air yang biru tersebut sebagai akibat pantulan dari sinar matahari dan dari jernihnya air dan kedalaman sungai tersebut. Selain itu terdapat juga aliran air terjun kecil dan tebing batu yang luar biasa membentuk relief hasil pahatan alam yang luar biasa indah seperti dilansir wisatajabar.
Rute ke Sungai Cidomas
Dari arah Wanayasa ambil arah ke Subang – Pondok Pesantren Islamic Centre Garokgek (ICG) – jalan menurun – pertigaan ambil belok kiri (Gapura Kahuripan) dan jangan ambil kanan arah Subang – terus ke arah pertigaan – lurus ada pangkalan ojek tepat – ambil kanan pertigaan jalan – ikuti petunjuk di plang “Wana Wisata Cidomas” dan berjalan menuju ke Sungai Cidomas.
Baca Juga: Jokowi Kecewa Terhadap Polisi: Begitu Ada Peristiwa Ferdy Sambo Runyam Semua
Untuk memasuki kawasan wana wisata Cidomas pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja untuk parkir kendaraan biasanya pengunjung harus membayar biaya penitipan.
Di sungai tersebut ada Pak Rosmana selaku penjaga sungai. Jadi, lebih baik untuk izin kepada warga yang ada di sekitar sungai itu. Untuk berenang di sungai itu tidak dipungut biaya apapun.
Tapi sebaiknya pengunjung menghargai Pak Rosmana dan warga lain yang telah menjaga dan menata jalan menuju sungai itu, karena beliau yg membuat dan merawat jalan.
Masih minim fasilitas
Sementara fasilitas yang ada di sana baru ada warung kecil saja yag menjual mie instant, kopi, dan makanan kecil lain. Namun lewat Pak Rosmana menyediakan pemesanan liwet apabila ingin ke sana (biaya sekitar Rp100.000 untuk makan botram alias rame-rame). Adapun bila setelah renang bingung ganti baju dimana, bilik untuk ganti baju belum ada.
Untuk itu, direkomendasikan memakai baju renang dari rumah. Untuk ganti baju setelah berenang bisa dilakukan dengan ikut ganti baju di rumah warga dengan lama tempuh sekitar 10 menit dari sungai. Jadi sebaiknya, beri sedikit tanda terima kasih buat warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT