/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 12:36 WIB
Jokowi kumpulkan Polri, Jokowi Kapolri Listyo, Jokowi kumpulkan polisi, Jokowi Kapolri Jenderal Listyo (ANTARA FOTO/Sigid]Kurniawan/tom)

Selebtek.suara.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap institusi polisi. Hal itu karena tingkat kepercayaan publik kepada Polri mengalami penurunan.

Padahal, tingkat kepercayaan Polri sempat lebih tinggi dari institusi penegak hukum lain. Terutama saat masa awal pandemi Covid-19.

"Polri telah 440 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat. Dan indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu," sebut dia dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).

Menurut Jokowi, sapaan akrabnya, penyebab utama tingkat kepercayaan masyarakat menurun terhadap Polri adalah kasus Ferdy Sambo.

"Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah," kata Jokowi.

Jokowi pun menginstruksikan untuk seluruh personel Polri bekerja kesar guna mengembalikan rasa kepercayaan publik. 

"Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras saudara-saudara sekalian," imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Litsyo Sigit Prabowo menyebut kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri belakangan ini mengalami penurunan.

Keterangan itu disampaikan Listyo di hadapan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan sejumlah pejabat tinggi (Pati) Polri di Istana Negara, Jumat (14/10/2022).

Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Perdamaian Lesti Kejora dan Rizky Billar

Kasus Ferdy Sambo adalahs alah satu yang menjadi penyebab turunnya tingkat kepercayaan publik ke polisi.

"Namun karena ada peristiwa FS dan juga beberapa kasus yang kemudian berdampak pada persepsi negatif, maka saat ini tingkat kepercayaan publik kepada Polri rendah," kata Listyo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/10/2022).

Hal lainnya adalah gaya hedon para anggota Polri sehingga membuat masyarakat memandang sebelah mata polisi. Jokowi, kata Listyo, bahkan memberi arahan khusus terkait gaya hidup parlente polisi tersebut.

"Hal-hal sifatnya bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik terkait dengan gaya hidup hal-hal yang bersifat pelanggaran tentunya ini menjadi arahan-arahan dari bapak presiden ini akan kami tindaklanjuti," ungkapnya. (*)

Load More