/
Selasa, 01 November 2022 | 11:42 WIB
Ilustrasi obat yang mengandung cairan EG, DEG, EGBE. (Dok. Element Envato)

PURWASUKA - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito mengatakan, pihaknya kembali menemukan obat yang menjadi pemicu penyakit gagal ginjal akut pada anak-anak.

Obat tersebut terindikasi mengandung cairan etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE).

Dia menyebutkan, obat yang dimaksud jenis paracetamol drop dan paracetamol sirop. Di kedua obat tersebut mengandung cairan kimia berbahaya melebihi ambang batas.

"Kami telah menemukan produksi sirop obat parasetamol drop dan parasetamol sirop rasa peppermint PT Afi Farma," katanya pada Senin (31/10/2022).

Penny mengatakan, obat tersebut diproduksi oleh PT Afi Farma yang mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas. Jenisnya pun berjumlah tujuh obat.

Jadi dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang mengonsumsinya.

Selain itu, BPOM juga sudah menginstruksikan perusahaan farmasi menahan sekaligus menarik kembali peredaran obatnya. Tujuannya, agar tidak dikonsumsi masyarakat.

"Ada tujuh produk dari PT Afi Farma yang mempunyai kadar melebihi standar dan kadar bahan baku melebihi ambang batas. Sehingga kami hold produksinya," katanya melansir dari PMJNews.com.

Baca Juga: Pengunjung Sidang Langsung Bereaksi Melihat Ferdy Sambo Cium Kening Putri Sambil Berpelukan di Depan Keluarga Brigadir J

Load More