/
Rabu, 16 November 2022 | 11:27 WIB
Jenis-Jenis Angklung. ((pixabay))

PURWASUKA - Hari ini 16 November 2022, bertepatan dengan diperingatinya Hari Angklung Sedunia. Dalam rangka itu, tak ada salahnya ketahui jenis-jenis Angklung.

Ada banyak jenis-jenis Angklung yang bisa kalian ketahui di momen Hari Angklung Sedunia. Lantas, apa sajakah itu?.

Dilansira dari banyak sumber, berikut beberapa jenis Angklung:

1. Angklung DogDog Lojor - Angklung ini sering digunakan pada kesenian dogdog lojor yang terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul, yang tersebar di sekitar Gunung Halimun.

Istilah Dogdog Lojor diambil dari nama satu di antara instrumen dalam tradisi ini, yakni Dogdog Lojor. Angklung yang digunakan pada tradisi tersebut memiliki fungsi sebagai pengiring ritus bercocok-tanam.

2. Angklung Kanekes - Angklung Kanekes adalah angklung yang dimainkan oleh masyarakat Kanekes (Baduy), di daerah Banten. Tradisi angklung yang ada pada masyarakat Kanekes ini terbilang kuno.

Meski begitu, tradisi tersebut tetap dilestarikan, yakni untuk mengiringi ritus bercocok-tanam (padi), dan bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang.

Angklung digunakan saat menanam padi di huma (ladang). Masyarakat Kanekes terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok Baduy Luar (Kajeroan) dan kelompok Baduy (Luar Kaluaran).

3. Angklung Gubrag - Angklung gubrag terdapat di Kampung Cipining, Kecamatan Cigudeg, Bogor. 

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Transaksi Jual Beli Mata Uang Asing dalam Kasus Lukas Enembe

Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Dalam mitosnya, angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa Kampung Cipining mengalami musim paceklik. Hal ini terkait mitos Dewi Sri yang enggan menurunkan hujan.

4. Angklung Padaeng - Angklung Padaeng dikenalkan oleh Daeng Soetigna sekitar tahun 1938. Inovasi angklung padaeng ini terdapat pada laras nada yang digunakan, yaitu diatonik yang sesuai sistem musik barat.

Sejalan dengan teori musik, Angklung Padaeng secara khusus dibagi ke dalam dua kelompok, yakni angklung melodi dan angklung akompanimen.***

Load More