/
Kamis, 17 November 2022 | 13:10 WIB
Potret pembangunan taman kota Bundaran Badami di Kabupaten Karawang. (YouTube Diskominfo Kab Karawang)

PURWASUKA - Ketua Karawang Monitoring Group (KGM), Imron Rosadi menilai pembangunan taman kota di area Bundaran Badami dinilai memboroskan anggaran pemerintah.

“Pembangunan lanjutan taman bundaran badami ini saya nilai terkesan menghamburkan uang negara saja,” katanya pada Rabu (16/11/2022).

Menurutnya dengan anggaran yang mencapai Rp1,9 miliar taman kota tersebut dibangun dengan lebih bagus. Namun faktanya di lapangan, taman tersebut seperti hanya di tanamin tanaman hias saja dibentuk melingkar.

Disebutkannya, DLHK hanya menanam beberapa tanaman hias out door jenis kecil dengan beberapa sprinkle kran air putar penyiram taman.

“Dana proyek pembuatan taman lanjutan tersebut tidaklah sedikit, namun kalau melihat kondisi di lapangan hanya menanam beberapa tanaman hias jenis kecil, bahkan bangunan tengah taman pun masih nampak kumuh dengan rumput -rumput liar disekitarnya,” ucap Imron.

“Setahu saya, jika tidak salah harga tanaman tanaman hias tersebut tidak terlalu mahal, misalnya ada tanaman hias ruellia bunga ungu dengan harga sekitar 5000 rupiah perbibit, Kucai jepang Rp. 2000, Lili Paris 5000, Adam hawa ungu 3000 rupiah, kalau saya tidak salah ya,” tambahnya mengutip dari Onediginews.com.

Disebutkan Imron juga, di sekitar tanaman hias tersebut tidak ada pasar yang terpasang. Hal tersebut menurutnya bisa dikhawatirkan tanaman hias tersebut bisa dimakan oleh hewan ternak semisal kambing.

“Kalau dimakan kambing bagaimana, ya, masa harus buat anggaran kembali untuk pengadaan berikutnya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan, pembangunanan taman dan landmark bundaran badami dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp10 miliar.

Baca Juga: Rocky Gerung Beberkan 2 Maksud Jokowi di KTT G20, Ingin Tampil Sebagai Tokoh Dunia dan Yakinkan Proyek IKN Tak Gagal

“Tahun ini kita akan bangun dulu tamannya Rp2 Miliar. Untuk bangunannya akan kita gunakan pada anggaran murni 2023 mendatang,” kata Wawan Setiawan, pada Selasa (30/8/2022).

Load More