PURWASUKA-Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jawa Barat asal PDIP, Rudi Harsa Tanaya mengaku belum berani memberikan tanggapan terkait penahanan penasehat Fraksi Partai Demokrat, Irfan Suryanagara.
Alasannya, karena pertama BK DPRD Jawa Barat belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Negeri Cimahi terkait penahanan Irfan Suryanagara.
Termasuk belum menerima surat resmi dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat yang memberitahukan soal penahanan Irfan Suryanagara.
“Kita (BK DPRD Jawa Barat) juga belum berani ngomong (karena belum ada surat resmi),“ kata Rudi Harsa Tanaya, Bandung, Rabu, 23 November 2022.
“Secara formal kita belum menerima surat resmi dari instansi terkait (Kejaksaan Negeri Cimahi) dan Fraksi Partai Demokrat, belum ada info ke kita. Jadi kita belum bisa bersikap dan tak perlu kita menanggapi juga karena belum ada surat resmi (terkait penahanan Irfan Suryanegara),” sambung dia.
Selain itu, politisi asal PDIP ini pun mengaku belum mengetahui pasti masalah pidana yang menjerat Irfan Suryanagara. Bahkan dirinya mengaku baru tahu soal penahanan politisi asal PD tersebut.
“Saya baru dengar itu (Irfan Suryanagara ditahan). Kita belum tahu juga masalah detailnya seperti apa, bagaimana informasi lebih lanjut terkait penahanan Irfan Suryanagara,” ucap dia.
Untuk diketahui, Irfan Suryanagara bersama istrinya Endang Kusumawaty telah ditahan Kejaksaan Negeri Cimahi pada Kamis, 17 November 2022.
Penasehat Fraksi PD DPRD Jawa Barat bersama istri ditahan karena perkara dugaan penipuan dan penggelapan SPBU.
Baca Juga: Cerai dengan Maia Estianty Terus Nikahi Mulan Jameela, Ahmad Dhani Heran Kenapa Jadi Kontroversi
Irfan Suryanagara ditahan di rutan Kebon Waru. Sedangkan istrinya si Sukamiskin. Keduanya ditahan untuk 20 hari kedepan. ***
Berita Terkait
-
Mirza Agam Gumay Sebut BK DPRD Jawa Barat Menunggu Putusan Inkracht dari Kasus Irfan Suryanagara
-
Penasehat Fraksi Partai Demokrat Dikandangi di Lapas Kebonwaru, BK DPRD Jabar Ngaku Belum Bertindak karena Hal Ini
-
BK DPRD Jabar Buka Suara Terkait Penahanan Penasehat Fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara
-
Ketua Fraksi Demokrat Toni Setiawan Bungkam Saat Ditanya Soal Penahanan Irfan Suryanagara
-
Koalisi Perubahan Nggak Jelas Kapan Deklarasi, Pengamat Berpikir Kemungkian Duet 'Darah Biru' Puan-AHY: Pasti Luar Biasa
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Sinopsis Tokyo Middle 30, Drama Jepang yang Dibintangi Riisa Naka
-
Anime Aksi SAKAMOTO DAYS Season 2 Umumkan Tayang Januari 2027 di Netflix
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?