PURWASUKA - Sejumlah pedagang pasar lama Rengasdengklok menolak direlokasi ke Pasar Proklamasi oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Penolakan pedagang ini lantaran harga kios di Pasar Proklamasi tergolong mahal.
Adanya penolakan dari sejumlah pedagang yang tak mau dipindahkan dinilai politisi Partai Golkar Kabupaten Karawang sebagai kegagalan Pemkab dalam menjalankan komitmennya.
Ketua DPD Golkar Karawang, Syukur Mulyono mengaku, tidak menolak adanya relokasi pedagang dari pasar lama Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi.
Namun, menurutnya sebelum merelokasi, seharusnya Pemkab Karawang memastikan dahulu bahwa semuanya sudah sepakat. Sehingga tidak muncul penolakan dari sejumlah pedagang.
Mengingat, sebelumnya pihak pedagang, Pemkab dan developer sebelumnya yakni PT Kaliwangi Dharma Adikara sudah sepakat pada tahun 2005 terkait dengan relokasi, mulai dari klausal biaya relokasi, harga sewa kios, sarana pendukung dan sebagainya.
“Ada perjanjian sebelumya yang dibuat oleh unsur pemerintah, pedagang dan PT Kaliwangi sejak tahun 2005 lalu. Jadi ketika hari ini diteruskan ke PT VIM, Pemda tidak komitmen dengan perjanjian di awal,” ucap Syukur pada Jumat (2/12/2022).
Syukur menyebutkan, bila Pemkab dan pedagang membuat kesepakatan baru terkait hal-hal yang menyangkut relokasi. Maka kecil kemungikan terjadi penolakan.
Bahkan tidak sampai terjadi gesekan antara pedagang dibantu LSM dengan aparat Satpol PP Kabupaten Karawang.
“Seharusnya ketika takeover bukan hanya administrasi dengan Pemda. Tapi semua permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat, pemda dan PT VIM harusnya melanjutkan kesepakatan sebelumnya karena itu belum dicabut, karena itu yang dipegang para pedagang,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Baca Juga: Link Live Streaming Prancis vs Polandia di Piala Dunia 2022 Malam Ini
Menanggapi hal ini, dia menyebutkan pada Selasa (6/12/2022) mendatang Fraksi Partai Golkar akan mengadakan pertemuan dengan pihak Pemkab dan unsur pedagang.
“Secara konstitusional kita akan membawa ini, Selasa besok kita hearing ini yang akan kita bawa. Saya sendiri yang akan memimpin hearing itu,” katanya.
Menurutnya, munculnya masalah ini bukan hanya soal kedua belah pihak tidak sepakat. Tapi ada hal lainnya menyangkut sarana dan prasaran yang penting untuk di bahas.
“Sarana pra sarana belum siap semacam listrik, air belum siap, kemudian yang utama IPAL-nya belum ada. Jika pengelolaan sampah pasar tidak terkelola dengan baik tentunya akan berimbas pada sektor lain seperti pertanian, ini yang kita gak mau,” katanya.
Sementara itu, Sekda Karawang, Acep Jamhuri menilai kesepakatan di tahun 2005 lalu merupakan kesalahan PT Kaliwangi.
Karenanya kesepakatan tersebut merupakan tanggung jawab PT VIM dan PT Kaliwangi.
“Tanyain ke PT Kaliwangi kenapa diserahkan ke PT VIM. Berarti itu mah urusannya PT VIM dengan Kaliwangi,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Angkat Topi untuk Jepang, Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tak Mainkan Neymar
-
Air Mata Vinicius Jr Pecah di Piala Dunia 2026, Pesan Nenek Bikin Hati Tersayat
-
Dukun yang Kutuk Harry Kane Kini Ramal Argentina Bakal Ditekuk Tanjung Verde
-
Dramatis! Gabriel Martinelli Hentikan Langkah Jepang, Brasil Menang 2-1
-
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
-
Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia