PURWASUKA - Bila sedang ke wilayah Kabupaten Subang, ada baiknya untuk mecicipi kudapan manis bernama Pais Dawegan. Kudapan ini diproduksi oleh warga Kertadara, Kelurahan Cigadung.
Kudapan ini dibuat dari empat bahan baku yakni dawegan atau kelapa muda, susu santan, kacang hijau dan juga roti. Dari bahan-bahan pilihan ini, tercipta kudapan yang rasanya enak dan juga segar di mulut.
Perajin Pais Dawegan, Sri Supriatin mengatakan, rasa dari kudapan ini perpaduan kelapa muda ditambah kacang hijau dengan balutan roti. Untuk menambah kelezatannya, susu santan ditambahakn dengan bahan-bahan tadi.
"Cara bikinnya ada dua kali, membuat sus santan dulu kemudian baru bahan utamanya, Sekitar 30 menit sudah matang dan bisa dinikmati," ujarnya.
Dia menerangkan, awal mula dirinya bergelut di bisnis pembuatan Pais Dawegan ini secara tidak sengaja ketika berselancar di dunia maya. Dirinya pun sempat melihat sejumlah video pembuatan kudapan ringan lainnya.
Namun kemudian, dirinya terbersit untuk membuat kudapan dengan mencampur keempat bahan tadi.
"Dari situ kita coba, dan alhamdulillah hasilnya memuaskan. Kita modal Rp300 ribu bismillah memulai usaha, gak harus banyak mikirnya, action aja dulu," katanya mengutip dari Tintahijau.com.
Sri mengatakan, setiap bungkus Pais Dawegan yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp10 ribu. Setiap harinya sekitar 50 bungkus Pais Dawegan ludes diburu oleh para penikmat kuliner.
"Kita bikin Shubuh, jam 9 sudah beres, jam 11.00 target harus habis. Setelah dzuhur kita belanja lagi. Jadi duit muter terus," ucapnya.
Baca Juga: Kylian Mbappe Bikin Rugi Satu Perusahaan Tiap Jadi Man of the Match Piala Dunia 2022, Kok Bisa?
Penjualan Pais Dawegan ini dipasarkan mulai dari mulut ke mulut. Selain itu dia pun menjualnya di Pasar Terminal Baru Subang Kota.
"Kadang juga kita mengantar pesanan ke Kantor kantor Dinas, jadi mereka pesan lewat nomor WA 0813-8397-0403," ucap Sri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis