PURWASUKA - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana turun langsung memantau program percepatan penuruan angka stunting di wilayahnya. Hal ini guna memastika program tersebut berjalan secara tepat sasaran.
Orang nomor satu di Kabupaten Karawang itu bahkan pada Sabtu (27/1/2023) mendatangi bayi usia dua tahun yang terdiagnosa mengalami perlambatan tumbuh kembang di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Karawang Barat.
"Kali ini kami meninjau pelaksanaan program penurunan stunting di wilayah Jatirasa, Karawang Barat," ucapnya.
Dia menerangkan, pada awalnya terdeteksi berdasarkan laporan posyandu dan kemudian langsung mendapat intervensi Pos Gizi di Karangpawitan.
Sang bayi terlambat tumbuh karena ibu yang mengidap menderita penyakit anemia dan kekurangan energi kronis.
Pada awalnya, saat lahir, berat badan bayi itu dalam kondisi normal, bahkan cenderung besar, yakni 4 kilogram. Namun seiring waktu berat badannya menyusut.
"Atas kondisi itu, kami terus melakukan pendampingan sang bayi. Setiap bulan ada lima hari waktu intensif kami memberikan intervensi gizi bagi si bayi," ucap Cellica melansir dari Antara.
Hasilnya menunjukkan tren positif. Jika saat ditemukan, beratnya hanya 7 kilogram, setelah diintervensi pos gizi berat badannya langsung naik 8,2 kilogram.
Selain itu, di lokasi yang sama, bupati juga menemui DJ, bayi berusia 18 bulan yang mengalami kekurangan gizi. DJ lahir prematur dengan riwayat penyakit hernia.
Baca Juga: Aksi Aipda J Bukan Menombak Warga, Tapi Mendorong Pakai Tombak: Ending Dibawa ke RSJ
Awalnya DJ terdeteksi kurang gizi ketika tim posyandu menemukan beratnya hanya 7,2 kilogram.
"DJ langsung kami intervensi dan kini saat ia berusia 18 bulan, sudah naik menjadi 8,5 kilogram," kata bupati.
Ia mengaku harus turun ke lokasi, meninjau penanganan kasus stunting, karena program penurunan kasus stunting sudah menjadi agenda utama Pemkab Karawang, sesuai dengan intruksi presiden dalam berbagai arahannya.
Sementara itu, sesuai dengan data rilis dari survey status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, kasus prevalansi stunting di Karawang turun dari 20,6 persen di tahun 2021 menjadi 14 persen di tahun 2022.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Impor Masih Dominan, Emiten Petrokimia TPIA Bidik Penguatan Pasar Domestik
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Tabrakan Beruntun 3 Kendaraan di Pamulihan Sumedang, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Bibir Kerap Terlupakan, Padahal Rentan Rusak: Pentingnya Lip Balm SPF untuk Senyum yang Sehat
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini, 26 Februari 2026: Catat Jam Maghribnya
-
Jadwal Buka Puasa atau Azan Magrib di Kota Solo Hari ini 26 Februari 2026