PURWASUKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang melaporkan, 138 orang meninggal dunia akibat penyakit Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2022.
Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, sepanjang tahun 2022 terjadi peningkatan kasus TBC sebesar 126 persen.
“Di tahun 2022 tercatat peningkatan 126 persen, ditemukan ada 6.909 kasus. Hal tersebut disebabkan oleh adanya penambahan jejaring secara internal,” ucapnya pada Senin, (30/1/2023).
Dia menerangkan, sejumlah upaya telah dilakukan Dinkes Karawang untuk menekan angkas kasus TBC. Salah satunya dengan pemeriksaan dengan cara Tes Cepat Molekuler (TCM).
Selai itu juga, pihaknya melakukan pemeriksaan aktivas spending untuk masyarakat yang memiliki risiko.
“Ketika mengarah ke suspek (terduga) barulah kami ambil tindakan TCM. Kami lakukan pemeriksaan aktiva spending juga kepada pupulasi yang berisiko," kata Yayuk.
“Kemudian kami juga berkoalisi dengan organisasi penanganan TBC, dan telah dibentuk satuan tugas (satgas) dalam penanganan penyakit ini,” tambahnya.
Yayuk menduga, tingginya kasus TBC di Karawang karena masyarakat masih belum mengerti tentang sosialisasi terkait penanganan penyakit ini.
Kemudian juga, disebutkan juga masyarakat Karawang masih enggan melakukan pemeriksaan dini terkait TBC.
Baca Juga: Kronologi Pipa BSP Meledak Tewaskan Satu Orang, Lukai Pekerja Lain
“Kami melakukan sosialisasi melalui kader, tapi sepertinya belum semuanya paham. Masyarakat perlu tahu, penderita TBC wajib konsumsi obat selama 6 bulan berturut-turut,” katanya.
Yayuk menerangkan, bila masyarakat Karawang sudah mengerti tentang sosialisasi bahaya TBC maka kesadaran untuk mengonsumsi obat secara rutin bisa menjadi solusi menekan angka penyakit ini.
“Kalau pasien TBC gak minum obat rutin, bisa berpotensi jadi TB Resisten Obat. Di Karawang sendiri, saat ini sudah tercatat sebanyak 148 masyarakat yang menderita TB Resisten Obat,” katanya.
Dari 148 penderita TB Resisten Obat, Dinkes menangani pasien melalui penanganan tindak lanjut, dan sebanyak 6 penderita telah berhasil sembuh dari penyakit tersebut.
“Kalau sudah menjadi TB Resisten Obat, yang tadinya harus konsumsi obat rutin selama 6 bulan, pengobatannya berubah jadi minimal 1 tahun konsumsi obat dan obatnya banyak,” kata Yayuk mengutip dari Tvberita.co.id.
Yayuk berharap, para penderita TBC bisa disiplin dalam mengkonsumsi obat dan masyarakat umum juga perlu meningkatkan pemahaman terkait penyakit TBC.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?