PURWASUKA - Pemerintah desa mempunyai peran penting dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Nurmala Hasanah.
Nurmala mengatakan, pihaknya sangat mendorong pemerintah desa lebih berperan besar dalam pencegahan stunting. Menurutnya, pemerintah desa menjadi ujung tombak program penanganan kasus stunting.
Hal ini karena pemerintah desa sangat dekat dengan masyarakat serta lebih mengetahui kondisi dan situasi wilayahnya.
“Desa sangat berperan sekali karena yang lebih tau kondisi masyarakat dan yang bersinggungan. Desa memang sasaran utama kami supaya di desa lebih memahami apa yang menjadi masalah terutama berkaitan dengan kesehatan,” ucapnya pada Jumat (3/2/2023).
Nurmala menerangkan, untuk menekan angka kasus stunting akan lebih maksimal bila dana desa bisa dioptimalkan. Pasalnya untuk menekan angka kasus stunting tidak hanya dengan pada pemberian makanan tambahan (PMT) saja.
“Untuk penganggaran dana desa sendiri bukan hanya pada pemberian PMT saja, bisa penyuluhan dan pelatihan,” katanya.
Dia menilai, intervensi angka stunting di Karawang cukup sukses. Hal ini dikarenakan oleh seluruh pihak ikut dilibatkan.
Mengacu pada data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Karawang mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 14 persen, di tahun sebelumnya mencapai 20,6 persen.
“Sudah mulai terlihatkan hasilnya dari data SSGI tahun 2021 20,6 persen, sekarang 2022 turun menjadi 14 persen. Sudah kelihatan membaik,” ucap Nurmala mengutip dari Tvberita.co.id.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Carlos Fortes Menangis, PSIS Semarang Bungkam Persik Kediri di Stadion Brawijaya
Sebelumnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menegaskan, program penurunan stunting merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang.
Terlebih Presiden Jokowi selalu menegaskan dalam berbagai kesempatan agar pemerintah daerah fokus melakukan percepatan penanganan stunting.
“Bismillah, target lima persen di tahun 2023 akan terjadi penurunan kembali stunting di Kabupaten Karawang,” harapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi