/
Sabtu, 11 Februari 2023 | 10:59 WIB
Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh. (Instagram)

PURWASUKA - Pemerintah Kabupaten Karawang sukses menurunkan jumlah angka stunting di tahun 2022 ke angka 14 persen dari sebelumnya 20,6 persen di tahun 2021. Pemkab pun berkomitmen mengentaskan kasus stunting hingga nol persen.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, pada tahun 2022 Pemkab Karawang berhasil menurunkan angka stunting sebanyak enam persen. Dirinya pun optimis di tahun 2023, Kabupaten Karawang bisa nol atau zero stunting.

“InsyaAllah, tahun ini akan kita fokuskan sampai angka stunting di Karawang bisa mencapai zero,” ujarnya pada Jumat, 10 Februari 2023.

Dia menerangkan, menurunnya angka kasus stunting di Karawang berkat kerjasama semua pihak. Menurutnya, bila tidak ada sinergisitas antar semua pihak maka kasus stunting yang bisa menjadi masalah krusial ini tidak dapat ditangani.

“Tidak ada yang tidak mungkin jika kita semua mau bekerja. Karena stunting menjadi ancaman masa depan negara kita jika tak ditangani,” katanya.

Aep menyebutkan, kasus stunting ini bisa menurun cukup signifikan karena program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) bisa berjalan dengan tepat sasaran. Pada program ini diberikan pemenuhan nutrisi bagi bayi di bawah dua tahun (baduta), pembentukan tim percepatan penanganan stunting (TPPS).

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan kampanye edukasi kepada pasangan yang mau menikah, yang sedang hamil dan orang tua yang memiliki anak di bawah dua tahun.

“Tentu menjadi PR bagi kita semua. Karena penanganan harus dilakukan secara pentahelix, semua pihak memiliki peran untuk menekan angka stunting, terutama masyarakat,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.

Baca Juga: Jokowi Main Bareng Cucu di Mall, Pengunjung Lain Auto Histeris

Load More