PURWASUKA - Pemerintah Kabupaten Karawang sukses menurunkan jumlah angka stunting di tahun 2022 ke angka 14 persen dari sebelumnya 20,6 persen di tahun 2021. Pemkab pun berkomitmen mengentaskan kasus stunting hingga nol persen.
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, pada tahun 2022 Pemkab Karawang berhasil menurunkan angka stunting sebanyak enam persen. Dirinya pun optimis di tahun 2023, Kabupaten Karawang bisa nol atau zero stunting.
“InsyaAllah, tahun ini akan kita fokuskan sampai angka stunting di Karawang bisa mencapai zero,” ujarnya pada Jumat, 10 Februari 2023.
Dia menerangkan, menurunnya angka kasus stunting di Karawang berkat kerjasama semua pihak. Menurutnya, bila tidak ada sinergisitas antar semua pihak maka kasus stunting yang bisa menjadi masalah krusial ini tidak dapat ditangani.
“Tidak ada yang tidak mungkin jika kita semua mau bekerja. Karena stunting menjadi ancaman masa depan negara kita jika tak ditangani,” katanya.
Aep menyebutkan, kasus stunting ini bisa menurun cukup signifikan karena program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) bisa berjalan dengan tepat sasaran. Pada program ini diberikan pemenuhan nutrisi bagi bayi di bawah dua tahun (baduta), pembentukan tim percepatan penanganan stunting (TPPS).
Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan kampanye edukasi kepada pasangan yang mau menikah, yang sedang hamil dan orang tua yang memiliki anak di bawah dua tahun.
“Tentu menjadi PR bagi kita semua. Karena penanganan harus dilakukan secara pentahelix, semua pihak memiliki peran untuk menekan angka stunting, terutama masyarakat,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Baca Juga: Jokowi Main Bareng Cucu di Mall, Pengunjung Lain Auto Histeris
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara