PURWASUKA - Selain buah manggis, ada juga produk unggulan Kabupaten Purwakarta yang siap merambah pasar dunia. Produk tersebut yakni, Kopi Indung dan Kopian dari bahan pohon pisang. Keduanya merupakan produk asal Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Menurut, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Purwakarta, Mokhamad Aripin, tak hanya buah manggis, di Kabupaten Purwakarta ada segudang produk yang siap dipasarkan luar negeri, seperti Kopi Indung dan Kopian dari pohon pisang.
"Beberapa waktu lalu kami coba pasarkan kedua produk asal Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta itu ke Malaysia melalu Kedutaan Besar Malaysia yang ditemui di salah satu cafe di Bandung," ucap pria yang akrab siap Kang Ipin itu, Senin, 13 Maret 2023.
Dijelaskannya, Kopi Indung merupakan produk kopi asli hasil perkebunan warga masyarakat Desa Sukasari dan Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta,
"Kopi jenis robusta ini memiliki rasa sangat khas, yaitu enak, wangi, sedikit pahit, namun muncul rasa manis serta sedikit asam," Ucap Kang Ipin.
Rasa tersebut, kata dia, tak dijumpai di lain daerah, karena di masing-masing daerah kopi memiliki rasa yang berbeda atau memiliki rasa khas masing-masing.
"Kopi Indung ini sebenarnya sudah sejak lama ada dan ditanam oleh warga setempat. Namun mulai dikembangkan secara serius oleh petani sejak tanaman kopi mulai naik daun baru-baru ini," Jelasnya.
Kang Ipin menyebut, Kopi Indung akan jauh lebih nikmat jika diolah dengan cara yang benar, yakni dalam mensangrai kopi harus pas dan tidak boleh terlalu matang. Kemudian disaring menggunakan filter metode maupun drip metode, kemantapan kopi akan lebih dijamin terasa nikmat.
"Meski kopi lokal asal Kecamatan Paling ujung di Kabupaten Purwakarta namun dilihat dari sisi kualitasnya luar biasa. Saya yakin Kopi indung asli Kecamatan Sukasari akan mampu bersaing dengan kopi daerah lain dan siap mendunia," ungkap Kang Ipin.
Baca Juga: Gelar Aksi Unjuk Rasa di DPR, Partai Buruh Tolak Keras RUU Kesehatan
Untuk kopiah atau songkok dari bahan pisang, ia menjelaskan, pelepah atau gedebok pisang yang ia gunakan tidak asal pilih, melainkan pohon yang dinilai bagus dan kokoh.
"Setelah terbentuk lembaran gedebok pisang siap produksi, barulah proses pengerjaan dilakukan layaknya mengerjakan songkok atau kopiah pada umumnya. Pelepah digunting sesuai pola lalu dijahit dan dilem pada bagian tertentu," ucapnya.
Ditahap akhir, lanjut dia, Kopiah atau songkok dilapisi cat khusus agar lebih awet sekaligus menarik karena tetap menampilkan serat dan warna asli pelepah pisang saat kering, yakni coklat keemasan.
Kang Ipin mengaku dalam pembuatan songkok diperlukan kehati-hatian agar tidak patah. Menurutnya, meskipun dari pelepah pisang tetapi tetap lentur seperti pada umumnya saat dikenakan.
"Songkok hanya di produksi secara temporal atau waktu tertentu karena tidak mau menimbun debok dalam waktu lama. Jadi kalau menerima pesanan dan untuk kebutuhan tertentu. Tidak ada batasan jumlah pesanan, berapa pun kami terima asalkan mau menunggu dan hanya bisa request ukuran," jelas Kang Ipin.
Kang Ipin berharap, kedua produk tersebut bisa dipasarkan ke pasar internasional sehingga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Bagikan THR Lebaran Lebih Mudah, BRI Catat 45,9 Juta Pengguna BRImo Aktif Gunakan Layanan Digital
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
BRI Lebaran 2026: Kirim THR Digital Cukup 6 Langkah Lewat Fitur QRIS Transfer BRImo
-
Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah
-
Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang
-
Dituding Pelakor, Jeni Rahmadial Finalis Puteri Indonesia Dilabrak Istri Sah di Tempat Umum
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
320 Mobil Hias Dikerahkan untuk Meriahkan Malam Takbiran di Medan