- Bursa saham Wall Street mencatatkan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Selasa akibat kinerja laporan keuangan emiten yang solid.
- Penurunan harga minyak mentah global sebesar hampir empat persen memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks utama pasar.
- Sekitar 85 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi laba analis pada laporan keuangan kuartal pertama.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi). Penguatan Wall Street didorong oleh turunnya harga minyak serta kinerja laporan keuangan emiten yang solid.
Menukil CNBC, Indeks utama Wall Street kompak mencatatkan rekor baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite naik 0,81 persem dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 7.259,22.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 1,03 persen ke posisi 25.326,13, juga mencetak rekor penutupan baru. Indeks tersebut bahkan sempat bertambah 356,35 poin atau 0,73 persen ke level 49.298,25.
Penguatan Wall Street terjadi di tengah penurunan tajam harga minyak global. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,9 oersen menjadi 102,27 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah Brent melemah 3,99 persen ke posisi 109,87 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham, di tengah meredanya kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang masih tergolong rapuh setelah adanya serangan baru di Selat Hormuz. Namun, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa situasi tetap terkendali.
Ia menyebut dua kapal komersial AS bersama kapal perusak berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menandakan jalur pelayaran masih aman.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa AS akan membantu memandu kapal-kapal yang terjebak untuk melintasi wilayah tersebut.
Dari sisi fundamental, pasar turut ditopang oleh kinerja positif emiten. Saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8 persen setelah mencatatkan laba dan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi.
Baca Juga: Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah
Hal serupa terjadi pada Anheuser-Busch InBev yang sahamnya di bursa AS naik lebih dari 8 oersen usai merilis hasil keuangan yang menggembirakan.
Namun, tidak semua saham bergerak positif. Palantir Technologies justru anjlok hampir 7 persen, meskipun perusahaan tersebut membukukan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi dan mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat sejak IPO pada 2020.
Secara keseluruhan, sekitar 85% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi analis, berdasarkan data FactSet.
Kepala manajemen portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, mengatakan kuatnya kinerja laba menjadi faktor utama pendorong reli pasar saat ini.
"Kami melihat pendapatan yang luar biasa, tidak hanya dari perusahaan teknologi besar, tetapi juga dari S&P 500 yang lebih luas hingga perusahaan kecil," ujarnya.
Ia menambahkan, optimisme pasar juga dipengaruhi keyakinan bahwa AS dan Iran sama-sama menginginkan solusi atas konflik yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele