Bisnis / Keuangan
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB
ilustrasi indeks saham Wall Street yang pecah rekor. [Unsplash].
Baca 10 detik
  • Bursa saham Wall Street mencatatkan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Selasa akibat kinerja laporan keuangan emiten yang solid.
  • Penurunan harga minyak mentah global sebesar hampir empat persen memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks utama pasar.
  • Sekitar 85 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi laba analis pada laporan keuangan kuartal pertama.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi). Penguatan Wall Street didorong oleh turunnya harga minyak serta kinerja laporan keuangan emiten yang solid.

Menukil CNBC, Indeks utama Wall Street kompak mencatatkan rekor baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite naik 0,81 persem dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 7.259,22.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 1,03 persen ke posisi 25.326,13, juga mencetak rekor penutupan baru. Indeks tersebut bahkan sempat bertambah 356,35 poin atau 0,73 persen ke level 49.298,25.

Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]

Penguatan Wall Street terjadi di tengah penurunan tajam harga minyak global. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,9 oersen menjadi 102,27 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah Brent melemah 3,99 persen ke posisi 109,87 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham, di tengah meredanya kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang masih tergolong rapuh setelah adanya serangan baru di Selat Hormuz. Namun, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa situasi tetap terkendali.

Ia menyebut dua kapal komersial AS bersama kapal perusak berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menandakan jalur pelayaran masih aman.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa AS akan membantu memandu kapal-kapal yang terjebak untuk melintasi wilayah tersebut.

Dari sisi fundamental, pasar turut ditopang oleh kinerja positif emiten. Saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8 persen setelah mencatatkan laba dan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Hal serupa terjadi pada Anheuser-Busch InBev yang sahamnya di bursa AS naik lebih dari 8 oersen usai merilis hasil keuangan yang menggembirakan.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Palantir Technologies justru anjlok hampir 7 persen, meskipun perusahaan tersebut membukukan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi dan mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat sejak IPO pada 2020.

Secara keseluruhan, sekitar 85% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi analis, berdasarkan data FactSet.

Kepala manajemen portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, mengatakan kuatnya kinerja laba menjadi faktor utama pendorong reli pasar saat ini.

"Kami melihat pendapatan yang luar biasa, tidak hanya dari perusahaan teknologi besar, tetapi juga dari S&P 500 yang lebih luas hingga perusahaan kecil," ujarnya.

Ia menambahkan, optimisme pasar juga dipengaruhi keyakinan bahwa AS dan Iran sama-sama menginginkan solusi atas konflik yang terjadi.

Load More