PURWASUKA - Pemerintah Kerajaan Malaysia buka suara soal ancama pembunuhan yang ditujukan terhadap band Indonesia, Radja.
Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital Malaysia, mengaku akan menyerahkan sepenuhnya atas kasus ancaman pembunuhan terhadap band Radja kepa da yang berwajib.
"Kita menyerahkan sepenuhnya kepada polisi melakukan penyelidikan. Saya diinformasikan, beberapa orang telah ditangkap terkait dengan kasus tersebut,” terang Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia Fahmi Fadzi, melansir PMJNews, Selasa (14/3/2023).
Selain itu, Fahmi Fadzi juga saat ini tengah menunggu menunggu hasil penyelidikan polisi berkaan kasus itu.
“Jadi kami akan menunggu informasi baru dari pihak berwenang," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Fahmi juga menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap perkataan yang disampaikan, terutama secara online.
Alasannya, kata-kata itu bisa dengan mudah disalahartikan oleh orang lain.
"Saya pikir kita harus memperhatikan apa yang kita katakan secara online dan itulah mengapa literasi digital atau internet itu penting,” ucapnya.
“Terkadang apa yang kita anggap lelucon bisa jadi dianggap berbeda oleh orang lain," tambahnya.
Baca Juga: Dompet Aset Kripto Ini Permudah Akses ke Web3
Untuk diketahui, Kepolisian Malaysia sebelumnya telah menahan dua pria yang dianggap terkait dengan ancaman pembunuhan terhadap band Radja.
Kepala Polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat saat ditemui awak media pasca mengikuti acara penyerahan bantuan untuk korban banjir Tiram di Dewanraya Kampung Sungai Tiram, Senin (13/3/2023).
Kamarul Zaman menuturkan, keduanya masing-masing berusia 37 tahun dan 48 tahun.
Dua pria tersebut diamankan di markas polisi distrik selatan Johor Baru pada Minggu (12/3/2023) pukul 15.30 waktu setempat.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network