PURWASUKA - Tips cegah dehidrasi saat puasa menarik kita ulas. Pasalnya, ketika puasa bulan Ramadan, kalian tidak diperbolehkan makan maupun minum.
Itu tentunya bisa membuat cairan dalam tubuh berkurang. Jika Sembarangan bahkan bisa menyebabkan dehidrasi. Untuk itu, ketahui Tips cegah dehidrasi saat puasa.
Dilansir dari banyak sumber, berikut Tips cegah dehidrasi saat puasa ramadan:
1. Tetap Minum Air Sesuai Kebutuhan
Sebenarnya kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Namun rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya dua liter air perhari yang bisa dibagi menjadi delapan gelas air.
Ketika berbuka puasa atau sahur, lebih baik minum air hangat daripada air dingin karena lebih cepat diserap tubuh. Dianjurkan untuk mengonsumsi sup setiap hari selama bulan suci Ramadan karena sup merupakan sumber cairan yang baik.
Selain itu, buah-buahan serta sayuran seperti semangka, tomat, mentimun, anggur, dan lain-lain yang terkenal dengan kandungan airnya yang tinggi, dapat membantu mengurangi rasa haus.
2. Hindari Penggunaan Garam Berlebihan
Sebaiknya hindari makanan yang mengandung banyak rempah saat berbuka puasa karena hal ini bisa meningkatkan kebutuhan tubuh akan air. Selain itu, disarankan agar penggunaan garam dalam salad dan saat memasak dikurangi.
Baca Juga: Jadwal Garuda Select vs Huddersfield Malam Ini, Lengkap dengan Link Live Streaming Gratis
Garam berpengaruh terhadap pengaturan cairan dalam tubuh. Mengonsumsi makanan asin bisa mengacaukan pengaturan tersebut dan akhirnya membuatmu cepat haus.
3. Batasi Makanan Manis
Penelitian telah menunjukkan bahwa makan permen meningkatkan rasa haus karena mengandung banyak gula. Sebaliknya, makanlah buah-buahan yang memberi tubuh Anda cairan dan memuaskan dahaga.
4. Hindari Kafein dan Nikotin
Kafein adalah diuretik alami karena meningkatkan kehilangan cairan dan rasa haus. Anda dianjurkan agar menghindari minuman berkafein selama Ramadan.
Ini termasuk minuman berenergi dan berkarbonasi, teh, serta kopi. Hindari juga merokok karena dapat memicu mulut kering dan haus terus-menerus.
5. Hindari Aktifitas Olahraga Berat
Kamu tetap dianjurkan untuk berolahraga secara rutin selama berpuasa, agar tubuh tetap sehat dan kuat. Meski begitu, hindarilah melakukan olahraga berat untuk mencegah dehidrasi saat puasa.
Sebaliknya, pilihlah olahraga yang ringan, seperti jalan kaki, jogging, yoga, atau zumba. Waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa adalah setelah berbuka puasa karena tubuh telah diberi makanan dan minuman untuk memasok energi.***
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Lindungi Kulitmu, Ini 5 Skincare Penyelamat saat Cuaca Panas Ekstrem
-
5 Tips Packing Praktis agar Bagasi Tidak Overweight
-
Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan
-
Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan
-
Pedro Pascal Terjun ke Dunia Musik di Film "Behemoth!", Intip Teasernya
-
Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi
-
Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim
-
Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh
-
Apa Saja Merek Sunscreen Lokal Terbaik di Indonesia? Ini 10 Rekomendasinya
-
Mengintip Pertemuan Tertutup Kapolrestabes dan Kajari Makassar, Soliditas atau Sekadar Formalitas?