SUARA PURWOKERTO. ID, Sampdoria berhasil menumbangkan Fiorentina dalam matchday pekan ke-37 Liga Italia 2021/2022, Selasa (17/5/2022) dini hari WIB. Sampdoria menang 4-1, sehingga harapan La Viola (Fiorentina) ke Liga Europa musim depan semakin menipis, dikutip dari Antara.
Dalam laga di Stadion Luigi Ferraris, Sampdoria tampil lepas setelah memastikan diri tetap tampil dalam Serie A menysul Genoa terdegradasi dari liga utama Italia itu dan Fiorentina justru terlihat bermain tidak lepas karena punya tekanan harus menang.
Dengan kemenangan ini, Sampdoria berada di posisi 15 dengan koleksi 36 poin dari 37 pertandingan. Sementara Fiorentina, dengan kekalahan ini membuat berada peringkat ketujuh dengan koleksi 59 poin dari 27 laga, terpaut satu poin dari AS Roma di posisi enam.
Blucerchiati, julukan Sampdoria, bermain sangat agresif sejak awal laga ini sampai Alfred Duncan nyaris menciptakan gol bunuh diri saat membendung tusukan Fabio Quagliarella.
Tak lama kemudian pada menit ke-16 mereka memimpin lewat gol Alex Ferrari yang menggunakan dadanya untuk mengolah tendangan bebas Antonio Candreva di tiang dekat sebelum memasukkan bola ke gawang Fiorentina.
Setelah Nico Gonzalez menciptakan peluang, Candreva memaksa kiper Pietro Terracciano melakukan penyelamatan untuk membendung tendangan setengah volinya.
Setelah itu Samp berhasil menggandakan keunggulan dengan sebuah gol yang indah tatkala Quagliarella bekerja sama dengan Abdelhamid Sabiri untuk menaklukkan Terracciano dari sudut yang sulit.
Fiorentina mengendalikan permainan hampir sepanjang babak kedua, tetapi malah tertinggal 3-0 ketika Candreva merancang gol pertama Morten Thorsby.
Enam menit kemudian Fiorentina membuat gol pelipur lara dari titik penalti penalti ketika Simone Trimboli sengaja menjulurkan tangannya guna menjauhkan bola dari jangkauan kepala Krzysztof Piatek. Nico Gonzalez dengan tenang mengkonversi tendangan penalti ini melewati kiper pengganti Nicola Ravaglia.
Pada menit 90+4, pemain Sampdoria Omar Colley melakukan kesalahan yang tidak perlu yang membuatnya dihukum kartu merah. (Arif Kusuma Fadholy)
Berita Terkait
-
Crystal Palace Menang Telak 3-0, Oliver Glasner Puji Performa Fantastis Timnya
-
8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Conference, Berikut Jadwalnya
-
Cremonese Dibantai Fiorentina, Pelatih Kritik Emil Audero: Terlalu Mudah Kebobolan
-
Daftar Lengkap Tim Lolos 16 Besar Liga Konferensi Eropa Setelah Crystal Palace dan Fiorentina Menang
-
Alvaro Morata Kartu Merah, Klub Milik Orang Indonesia Kalah Tipis dari Fiorentina
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan