/
Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:20 WIB
facebook

SUARAPURWOKERTO.ID, Banjarnegara, kota kecil di barat selatan Jawa Tengah akhir-akhir ini menjadi sorotan. Menjelang berakhirnya jabatan Bupati Banjarnegara, 22 Mei 2022, muncul gerakan yang diusung para wanita yang hidup tanpa pasangan (janda). 

Karena senasib seperjuangan, mereka membentuk komunitas Janda Kreatif (Jaket). Isinya tentu saja, semua anggota adalah janda yang dikumpulkan dari berbagai desa di Kabupaten Banjarnegara. 

Pengurus Forum Rembug Banjarnegara Imam Abdullah mengatakan, pembentukan komunitas janda ini bukan untuk merendahkan kehormatan janda. Melalui organisasi ini, pihaknya justru ingin mengangkat derajat janda untuk menjadi wanita mandiri. 

“Bukan merendahkan. Justru untuk mengangkat mereka,”katanya

Sebagian janda di Banjarnegara memang diakuinya telah bekerja atau berwirausaha. Namun tidak sedikit juga yang ekonominya memprihatinkan atau belum bisa mandiri sepenuhnya. Hidup mereka kian berat karena tanpa pasangan yang menafkahi. Mereka harus menjadi tumpuan ekonomi keluarga, terutama bagi anak mereka yang butuh untuk dinafkahi. 

Jaket diharapkan menjadi wadah bagi para janda untuk berkarya dan mandiri. Pihaknya bekerja sama dengan pengusaha yang peduli terhadap nasib para janda agar mau memberdayakan mereka. 

“Sudah ada pengusaha yang mau bekerjasama,”katanya

Dilatarbelakangi perceraian tinggi

Pembentukan komunitas janda ini bukan tanpa alasan. Pihaknya prihatin, angka perceraian di Banjarnegara sangat tinggi. Dalam kurun beberapa tahun terakhir, setiap tahun terjadi lebih dari 2000 peristiwa perceraian. 

Ia tak tahu apakah ini dampak pandemi atau bukan. Yang jelas, angka itu sangat memprihatinkan. Dari pengamatan pihaknya, dari total wanita yang bercerai, tidak semua memutuskan untuk menikah lagi. Faktornya beragam, terutama ekonomi, hingga belum menemukan jodoh. 

Menurutnya, tingginya angka perceraian hingga melahirkan banyak janda di Kabupaten Banjarnegara ini persoalan serius yang perlu mendapat perhatian, khususnya dari pemerintah daerah. 

“Angka perceraian tinggi dalam 5 tahun terakhir. Entah karena pandemi atau bukan,”katanya 

Load More