PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP--Benteng Pendem Cilacap mungkin oleh sebagian orang dikesankan horor atau mistis. Padahal, bangunan peninggalan Belanda itu punya nilai sejarah yang penting.
Dikutip dari portalresmi Disporapar Cilacap, Benteng Pendem terletak di bagian tenggara kota Cilacap, ujung Timur Pantai Teluk Penyu di wilayah Kelurahan Cilacap. Sisi selatan Benteng Pendem adalah Samudera Indonesia, sisi selatan Selat Nusakambangan, sebelah Barat Kantor Pertamina Area 70, dan sebelah Utara tangki – tangki penampungan bahan minyak mentah Pertamina UP IV Cilacap yang berada di Area 70.
Benteng Pendem disebut BATTERIJ OP DE LANTONG TE TJILATJAP yang berarti tempat pertahanan pantai di atas tanah menjorok ke laut menyerupai bentuk lidah.
Benteng Pendem dibangun oleh Tentara Kerajaan Belanda dari tahun 1861 – 1879, dan digunakan sebagai markas tentara Belanda untuk pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa di bagian Selatan.
Sebab Cilacap dipandang strategis untuk pendaratan dan pantainya terlindung oleh Pulau Nusakambangan. Hingga tahun 1942, pada saat masuknya tentara Dai Nippon (Jepang ) ke Indonesia, Benteng Pendem dijadikan markas tentara Jepang.
Saat tanggal 14 Agustus 1945 Jepang kalah perang dari sekutu, Benteng Pendem Cilacap kembali ke tangan tentara Hindia Belanda ( KNIL ) sampai tahun 1950.
Selama 2 tahun sampai tahun 1952 Benteng dalam keadaan kosong atau tidak ada yang menguasai.
Baru pada tahun 1952 akhir sampai 1965, Benteng Pendem dijadikan markas Tentara Nasional Indonesia (TNI), di antaranya Pasukan Banteng Loreng.
Dalam perjalanannya, Benteng Pendem sempat dimanfaatkan untuk markas latihan lintas hutan, gunung, rawa dan laut oleh Pasukan RPKAD (kini Kopassus) yang membangun Tugu Monumen Peluru 2 buah sebagai pintu utama masuk ke dalam Komplek Benteng Pendem pada saat itu.
Sayang antara tahun 1965 – 1986, Benteng Pendem sempat terbengkelai. Hingga Pemerintah melaksanakan pembangunan dermaga kapal, kantor dan tangki minyak untuk Pertamina dengan sebutan Area 70 memanfaatkan sebagian areal Benteng Pendem seluas 4 ha.
Pada tanggal 26 November 1986, seorang warga Cilacap memberanikan diri untuk menggali dan menata lingkungan Benteng Pendem. Hingga tanggal 28 April 1987, Benteng Pendem dapat dikunjungi dan resmi dibuka untuk umum hingga saat ini.
Untuk mencapai Benteng Pendem dari terminal bus dan angkutan kota kurang lebih 5 kilometer, serta 2 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Cilacap, dan 1 kilometer dari Objek Wisata Teluk Penyu.
Berdasarkan dokumen peta dari Belanda pada tahun 1988, secara keseluruhan luas area Benteng Pendem ± 10,5 hektar. Sebagian lahan dipergunakan untuk pembangunan tangki Pertamina seluas 4 ha. Saat ini, kawasan Benteng Pendem tinggal 6,5 ha.
Keberadaan Benteng Pendem baru 60 persen dari keseluruhan data yang ada. 40 persen lainnya masih menjadi misteri dan dimungkinkan tertimbun pasir.
Berita Terkait
-
'Gue Enggak Sanggup!' Jeritan Hati Ammar Zoni usai Dipindah ke Nusakambangan
-
Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis