PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOSOBO-Jembatan bambu di atas sungai Galuh Wonosobo ambruk hingga memakan korban. Seorang petani, Sutiyem (50), warga Kelurahan Kalikajar meninggal dunia usai akibat jembatan yang dilintasinya ambrol.
Sementara lima petani lain yang menyeberang melintasi jembatan sama mengalami luka hingga dilarikan ke rumah sakit.
Pada Minggu sekira pukul 14.30 Wib, (5/6/2022), rombongan petani berjumlah 10 orang, termasuk para korban pulang dari bekerja di lahan pertanian di Dusun Klilin Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek.
Mereka menuju rumah masing-masing di Kelurahan Kalikajar. Namun nahas sewaktu mereka sedang melintasi jembatan bambu di atas sungai Galuh, bangunan itu ambruk.
“Sewaktu para korban melintas di jembatan bambu di atas sungai Galuh tinggi lebih kurang 8 meter panjang 15 meter, tiba-tiba jembatan tersebut patah,”kata Kasi Polres Wonosobo AKP Slamet Prihatin, Minggu (5/6/2022)
Empat korban berhasil menyelamatkan diri. Namun nahas seorang petani gagal menyelamatkan diri hingga terbawa arus. Korban yang selamat kemudian minta tolong dan dibantu warga sekitar.
Korban terseret arus gagal diselamatkan hingga ditemukan meninggal tersangkut di bambu pinggir sungai Dusun Ponggoyudan Desa Sindupaten Kecamatan Kertek. lebih kurang 1 kilometer dari TKP.
“Korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan tidak mengambil tindakan hukum,”katanya
Berita Terkait
-
Kisah Tragis di Wonosobo, Bocah Tertabrak Truk Saat Cari Ibunya ke Jalan Raya
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
Sambil Menangis, Kepala Basarnas Umumkan Semua Korban Meninggal Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan
-
Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
-
Film Monster Pabrik Rambut: Teror Horor Tanpa Setan, Ancam Rachel Amanda hingga Iqbaal Ramadhan
-
Ditahan Dewa United, Persib Terancam! Borneo FC Tempel Ketat, Perebutan Juara Semakin Panas
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
-
Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'