Hingga masa itu tiba, saat usianya cukup, Ahmad didorong untuk mendaftar Akademi Militer (Akmil). Semasa seleksi, Ahmad digembleng ayahnya sendiri agar fisiknya kuat dan masuk kualifikasi tentara.
“Ayah pulang kantor bawa brosur Akmil. Abah perintahkan saya ikut. Karena anak harus bakti, saya harus nurut,”katanya
Ia sempat bingung saat mau mendaftar. Ia tak tahu harus bertemu siapa dan kemana untuk mendaftar Akmil. Ia sempat ditanya prajurit Provost yang berjaga terkait tujuannya.
Petugas itu sempat menebaknya sebagai orang Arab karena parasnya yang beda dari orang Indonesia umumnya. Ahmad menjelaskan ia asli warga Indonesia. Jiwanya merah putih.
Petugas kemudian membimbing dan mengarahkan Ahmad untuk masuk ke dalam kantor, tempat pendaftaran siswa baru Akmil. Ahmad lulus seleksi administrasi hingga lolos ke tahapan seleksi selanjutnya, termasuk tes fisik dan psikologi.
Ahmad berjuang keras agar bisa lolos semua ujian. Ayahnya sangat bersemangat membantu anaknya agar bisa lulus seleksi. Setiap subuh, ia membangunkan putranya itu untuk ibadah dan lanjut latihan fisik untuk persiapan tes jasmani.
“Sangat tidak tega kalau saya gak masuk. Tidak mau menyakiti hati orang tua,”katanya
Perjuangan kerasnya tak sia-sia. Ahmad akhirnya dinyatakan lolos seleksi calon taruna Akmil tahun 2005. Ahmad berhasil mewujudkan impian orang tuanya untuk menjadi anggota TNI.
Ahmad pernah beberapa kali menjalankan misi berat untuk menjaga keamanan di perbatasan Papua Nugini. Bahkan pada 2016, ia harus meninggalkan istrinya yang hamil demi menjalankan misi negara ke perbatasan Papua Nugini.
Baca Juga: Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini
“Waktu saya pulang, anak saya sudah lahir usia 3 bulan. Saya gendong, senang sekali perasaan ini,”katanya
Berita Terkait
-
Kesaksian Penghuni Kuburan Cina Solo, Bantah Beli Tanah Pemkot, Hanya Ganti Rugi Tanaman
-
4 Wakil Indonesia Lolos Final Singapore Open 2022, All Indonesia Final Milik Ganda Putra, Ini Jadwal Lengkapnya
-
5 Kuliner Khas Kota Situbondo, Nomor 5 Terdengar Aneh
-
Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan
-
Aritmia Hening
-
Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi