/
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 18:36 WIB
Ilustrasi obesitas (unair.ac.id)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Di antara masalah kesehatan yang masih menghantui anak Indonesia adalah stunting dan obesitas. Terkait stunting dan gizi buruk, salah satu penyebabnya adalah kurangnya protein hewani pada anak. 

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, masyarakat perlu membedakan kebutuhan asupan protein dan kalori pada anak.  

"Asam Amino Esensial, sebagai salah satu asupan penting yang harus dikonsumsi anak stunting. Protein hewani yang harus ditingkatkan”, ujarnya dalam Workshop Kesehatan 'Menganalisis Tren Stunting dan Persoalan Sistematis Gizi Buruk' secara daring pada Kamis (4/7/2022).

Dokter Piprim melanjutkan, kampanye media tentang ASI Eksklusif juga penting digaungkan sebagai salah satu langkah pencegahan stunting, sehingga masyarakat dapat mengurangi konsumsi produk Krim Kental Manis sebagai penunjang gizi praktis bagi anak. 

Diketahui, Krim Kental Manis selama ini disebut Susu Kental Manis. Akan tetapi, banyak pengamat kesehatan mengkritik hal tersebut. Bahwa krim yang dianggap susu tersebut tidak mengandung susu. 

Dokter Pripim menjelaskan, bahkan Krim Susu Kental Manis tersebut jika dikonsumsi berlebihan, menimbulkan masalah kesehatan bagi anak.  

"Terlebih kandungan Krim Kental Manis dalam High Glycemik Index Food (kandungan indeks glukosa) berdampak pada obesitas atau kardiometabolik yang menyebabkan anak berpotensi stunting," tegasnya. (Arif KF)

Load More