PURWOKERTO.SUARA.COM – Stunting menjadi perhatian serius untuk ditangani oleh Kementrian Kesehatan RI. Ihwal tersebut dilakukan akibat meningkatnya angka stunting/kekerdilan pada anak.
Dampaknya hal tersebut mendorong banyak pakar kesehatan menggencarkan sosialisasi pada setiap orang tua untuk lebih memahami cara mencegah stunting pada anak.
Seperti yang dilansir Antara, Senin (25/7/2022). Dr. Erna Mulati, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes menjelaskan keluarga memiliki peran penting dalam menurunkan angka stunting atau kekerdilan.
Salah satunya melalui pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai media pembelajaran. Buku revisi sudah begitu lengkap, melihat beberapa faktor risiko yang kemungkinan terjadi pada ibu hamil dan anak-anak.
“Namun terkait dengan pencatatan termasuk untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut perlu ditingkatkan,” jelas Erna, dalam media gathering secara virtual.
Untuk kondisi bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), ia mengatakan Kemenkes juga telah mengembangkan buku KIA Khusus Bayi Kecil.
Mengingat intervensi yang dilakukan tidak sama dengan anak-anak dengan umur cukup bulan atau anak dengan berat badan normal.
Hingga saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai layanan dan program kesehatan, terutama terkait dengan stunting, mulai dari usia sekolah dan remaja, calon pengantin dan pasangan usia subur, hingga pelayanan KIA.
“Kami harap semua kelompok sasaran mendapat pelayanan secara lengkap, yang sesuai dengan program yang ada di Kemenkes dan diturunkan sampai ke tingkat puskesmas,” kata Erna.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Terbaik di Pasuruan yang Bisa Dikunjungi
Erna juga berharap, pemerintah daerah tingkat desa juga mendukung penurunan angka stunting dengan melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan pemenuhan nutrisi serta stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ia menjelaskan, program penurunan angka stunting masuk di dalam sembilan upaya prioritas pembangunan nasional Indonesia. Menurutnya, permasalahan stunting jika didiamkan akan menimbulkan banyak masalah kesehatan lainnya seperti peningkatan penyakit degeneratif di usia dewasa muda.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 23 persen anak lahir dengan kondisi sudah stunted akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.
Sementara, setelah kelahiran stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan dari 21 persen menjadi 37 persen akibat kekurangan protein hewani pada MP-ASI yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan.
Merujuk pada data tersebut, maka intervensi penurunan stunting perlu dilakukan sebelum dan setelah masa kelahiran.
Erna juga mengatakan, pihaknya juga tetap mengampanyekan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (HPK) guna menurunkan dan mencegah masalah malnutrisi atau stunting. 1000 HPK merupakan periode emas pertumbuhan anak, dimulai sejak dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari). (Anik Al Sajawi)
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Bagikan THR Lebaran Lebih Mudah, BRI Catat 45,9 Juta Pengguna BRImo Aktif Gunakan Layanan Digital
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
BRI Lebaran 2026: Kirim THR Digital Cukup 6 Langkah Lewat Fitur QRIS Transfer BRImo
-
Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah
-
Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang
-
Dituding Pelakor, Jeni Rahmadial Finalis Puteri Indonesia Dilabrak Istri Sah di Tempat Umum
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
320 Mobil Hias Dikerahkan untuk Meriahkan Malam Takbiran di Medan