PURWOKERTO.SUARA.COM, LAMPUNG-Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Karoman (KRM) ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri atau disebut sebagai sistem Simanila. Tak tanggung-tanggung, dikutip dari suara.com, tersangka diduga mematok harga Rp 100 hingga Rp 350 bagi per mahasiswa agar lulus masuk Unila.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Karomani diduga memerintahkan HY (Heriyandi) sekalu Wakil Rektor Bidak Akademik, Budi Sutomo (BS) selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat serta MB (Muhammad Basri) selaku Ketua Senat untuk menyeleksi secara personal kesanggupan para orang tua mahasiswa jika ingin anaknya lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru.
"Maka dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan pihak universitas," ujar Nurul Ghufron.
Ketiganya juga ditugaskan untuk mengumpulkan sejumlah uang dari orang tua mahasiswa yang telah dinyatakan lulus. Nominal uang yang diminta ke orang tua bervariasi, kisaran Rp 100 juta sampai Rp 350 juta.
Karomani juga diduga memerintahkan Mualimin mengumpulkan sejumlah uang dari orang tua yang anaknya ingin diluluskan.
Ia mengungkapkan, AD (Andi Desfiandi), salag satu keluarga orang tua calon mahasiswa diduga menghubungi Karomani untuk menyerahkan Rp 150 juta karena anggota keluarganya telah dinyatakan lulus Simanila.
Atas perintah Karomani, Mualimin mengambil uang Rp 150 juta dari AD di salah satu tempat di Lampung.
"Seluruh uang yang dikumpulkan KRM melalui Mualimin berjumlah Rp 603 juta dan telah digunakan untuk keperluan pribadi KRM sekitar Rp 575 juta," ungkap Ghufron.
KPK juga mengungkap temuan sejumlah uang yang diterima Karomani melalui Budi Sutomo dan MB dari pihak orang tua telah dialihkan dalam bentuk tabungan deposito, emas batangan. Ada juga yang masih disimpan dalam bentuk uang tunai dengan total seluruhnya Rp 4,4 miliar.
Baca Juga: Rektor Unila Diduga Terima Rp5 M di Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Liga Champions: Vincent Kompany Yakin Bayern Munchen Bisa Jegal PSG
-
Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
-
Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen
-
Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi