PURWOKERTO.SUARA.COM - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, berinisiatif melindungi anak-anak tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua dari perundungan dan tekanan publik. Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, menemui Sambo di Mako Brimob untuk meminta izin mendampingi anak-anaknya.
Dalam pertemuan itu, Ferdy Sambo mengungkapkan pesan untuk menguatkan anak-anaknya. Kak Seto mengatakan Sambo bahkan tak kuasa menahan air matanya ketika membicarakan tentang anak-anaknya.
Selain berpesan agar tabah menghadapi situasi saat ini, Ferdy Sambo juga berpesan agar anak-anaknya meneruskan cita-citanya. Khusus anak kedua dan ketiga yang bercita-cita menjadi polisi seperti ayahnya, Sambo meminta agar meneruskan studi menjadi polisi.
"Jika ketemu anak-anaknya mohon diberi semangat dan tetap tegar serta tetap melanjutkan cita-citanya menjadi anggota Polri juga. Yang nomor dua dan tiga, yang laki-laki dan perempuan ingin menjadi anggota Polri juga," kata Kak Seto dikutip dari Instagram @detikom.
"Paling tidak jangan mencontoh yang negatif dari ayahnya, contoh yang baiknya saja," ujarnya melanjutkan.
Meski tampak empatif, namun upaya Kak Seto mendampingi anak-anak Sambo masih saja mendapat kritik dari sejumlah pihak. Bekas pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, misalnya. Ia menilai langkah Kak Seto disebut sebagai pansos alias menumpang popularitas kasus ini yang menjadi sorotan publik.
Selain Deolipa, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, juga turut mengkritik langkah Kak Seto. Menurutnya, pendampingan anak-anak Sambo tak mendesak karena mereka masih memiliki keluarga besar dari kedua orangtuanya.
"“Saya kira pertama kan anaknya Sambo itu kan bukan yatim piatu ya, tetapi karena orang tuanya tersangkut hukum aja,” ujar Arist dikutip dari beritasatu.com.
"Dan saya kira yang lebih pas adalah mendapat perlindungan dari keluarga besar Sambo dan istrinya, karena kan istrinya juga belum ditahan ya," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang
-
Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik
-
Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut
-
QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular
-
Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?
-
Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
-
Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal
-
Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026