PURWOKERTO.SUARA.COM - Isu tentang stunting tampaknya jadi perhatian serius bagi pemerintah. Beragam edukasi serta upaya pentingnya mengetahui gizi untuk bayi baik saat dalam kandungan maupun saat awal usia emasnya jadi perhatian bersama.
Mengingat stunting tak hanya disebabkan oleh malnutrisi, tapi juga penyakit kronik, sehingga memberikan imunisasi lengkap pada anak menjadi hal sangat penting.
Hal tersebut juga diamini Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K). Catatan IDAI anak yang gampang sakit karena tidak menerima imunisasi lengkap akan mengalami gangguan nutrisi karena nafsu makannya terganggu.
Pada akhirnya hal tersebut akan menyebabkan anak menjadi stunting. Sebab anak yang sehat, nafsu makannya akan baik, makannya juga bisa banyak. Itu jadi indikator bahwa anak tidak mengalami stunting dengan catatan tetap memberikan asupan nutrisi yang benar.
"Tapi kalau anak itu bolak-balik sakit, bolak-balik dirawat di rumah sakit, tentu akan berpengaruh ke nutrisi yang masuk ke dia. Di sinilah pentingnya melengkapi imunisasi rutin yang sudah digariskan oleh pemerintah," kata Piprim dikutip Antara. Kamis, (01/09/2022).
Piprim juga mengatakan bahwa saat anak akan diimunisasi di posyandu, ada pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Sehingga, orang tua bisa mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Nantinya saat anak kontrol imunisasi, itu harus selalu diperiksa berat badan, panjang badan, dan lingkar kepalanya. Di Indonesia juga menggunakan buku KIA baik untuk ibu dan anaknya, nanti tinggal dicocokkan saja.
"Jika ada di jalur yang benar maka akan baik, pun kalau ada penyimpangan pada grafiknya nanti akan ada evaluasi," ujarnya.
Sayangnya, lanjut Piprim, cakupan imunisasi pada anak di Indonesia menurun drastis sejak pandemi COVID-19. Hal itu terbukti, saat ini sudah banyak bermunculan penyakit-penyakit sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti difteri, campak, dan rubella.
Baca Juga: Anggap Tidak Ada, Gus Baha tak Pernah Doa Tolak Santet
Data IDAI terbaru ada laporan munculnya kembali difteri, rubella, campak dan tetanus. Padahal sebelum pandemi penyakit itu sudah terkendali dengan cakupan imunisasi yang tinggi.
"Tapi pandemi ini cukup berdampak, hingga angkanya naik lagi" terangnya.
Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menggaungkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi.
Piprim menegaskan kembali bahwa imunisasi sangat penting untuk menghindari Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Ia mencontohkan untuk kasus difteri. Difteri itu adalah sebuah penyakit saluran pernafasan yang kalau anak tertular difteri, saluran nafasnya tersumbat oleh selaput putih.
Mengingat kematian akibat difteri juga cukup tinggi yakni bisa mencapai 20 persen. Fakta itulah yang kadang tidak disadari oleh masyarakat dan membuatnya menjadi abai kembali.
"BIAN ini kan gratis nih, silakan orang tua berbondong-bondong baik ke puskesmas atau posyandu supaya anak-anak kita kembali catch up lagi imunisasinya," ajak Piprim. (ANIK AS)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Detik-detik Mencekam Kebakaran Kantor Kas BPD DIY di Jogja: Ledakan Trafo Diduga Jadi Pemicu
-
Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Peringati Setahun Danantara, KAI Bagikan 4.000 Paket Perlengkapan Sekolah
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Jumat 13 Maret 2026
-
Imsak Palembang 13 Maret 2026 Pukul Berapa? Cek Batas Sahur dan Bacaan Niat Puasa
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Tanjungpinang, Jumat 13 Maret 2026
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Pekanbaru, Jumat 13 Maret 2026
-
Imsak Bandar Lampung 13 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Batas Sahur, Jadwal Salat dan Niat Puasa
-
1 Tahun Danantara Indonesia, Pegadaian Dukung Pemerintah Perkuat Fondasi Masa Depan Generasi Bangsa