News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:35 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan meminta seluruh pelaku usaha sektor kesehatan berpartisipasi dan memberikan data jujur dalam Sensus Ekonomi 2026.
  • Pemerintah menjamin kerahasiaan data pelaku usaha agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan perpajakan maupun kepentingan pihak lainnya.
  • Data akurat akan digunakan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mendukung pertumbuhan industri kesehatan dan ekonomi nasional.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pelaku usaha di sektor kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, hingga praktik dokter mandiri, untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 dan menyampaikan data secara jujur.

Permintaan itu disampaikan Budi saat memberikan sambutan dalam pembukaan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Budi, data yang akurat dibutuhkan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang tepat bagi industri kesehatan. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha tidak khawatir data yang disampaikan akan digunakan untuk kepentingan lain, termasuk perpajakan.

“Data ini dijamin kerahasiaannya, jadi gak usah takut-takut, 'saya jualannya 1 triliun, cuma kalau nanti saya masukin saya dikejar pajak. Soalnya saya laporinnya ke pajak cuma 600 miliar'. Udah itu gak ada hubungannya," ucap Budi kepada para perwakilan RS dan klinik yang hadir di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Budi, ketidakakuratan data justru dapat merugikan pelaku usaha sendiri karena pemerintah berpotensi menyusun kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ilustrasi Rumah Sakit. (Unsplash)

Data yang akurat juga diperlukan untuk memahami kapasitas dan kebutuhan industri kesehatan dalam negeri sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

“Kalau kita punya data yang benar, kita bisa mengambil kebijakan yang benar. Untuk sama-sama tumbuh. Kalau data yang masuk yang salah, kita ambil kebijakannya nanti juga jadi salah," ucap Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi meminta asosiasi sektor kesehatan mengerahkan seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dalam pendataan yang dilakukan BPS.

Ia menyebut terdapat sekitar 3.200 rumah sakit, 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 12.000 apotek, 6.000 laboratorium, serta ribuan praktik dokter mandiri yang diharapkan ikut dalam Sensus Ekonomi 2026.

Baca Juga: Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital

Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun regulasi yang dapat mendorong pertumbuhan industri kesehatan sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Load More