- Menteri Kesehatan meminta seluruh pelaku usaha sektor kesehatan berpartisipasi dan memberikan data jujur dalam Sensus Ekonomi 2026.
- Pemerintah menjamin kerahasiaan data pelaku usaha agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan perpajakan maupun kepentingan pihak lainnya.
- Data akurat akan digunakan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mendukung pertumbuhan industri kesehatan dan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pelaku usaha di sektor kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, hingga praktik dokter mandiri, untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 dan menyampaikan data secara jujur.
Permintaan itu disampaikan Budi saat memberikan sambutan dalam pembukaan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Budi, data yang akurat dibutuhkan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang tepat bagi industri kesehatan. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha tidak khawatir data yang disampaikan akan digunakan untuk kepentingan lain, termasuk perpajakan.
“Data ini dijamin kerahasiaannya, jadi gak usah takut-takut, 'saya jualannya 1 triliun, cuma kalau nanti saya masukin saya dikejar pajak. Soalnya saya laporinnya ke pajak cuma 600 miliar'. Udah itu gak ada hubungannya," ucap Budi kepada para perwakilan RS dan klinik yang hadir di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Budi, ketidakakuratan data justru dapat merugikan pelaku usaha sendiri karena pemerintah berpotensi menyusun kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Data yang akurat juga diperlukan untuk memahami kapasitas dan kebutuhan industri kesehatan dalam negeri sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut.
“Kalau kita punya data yang benar, kita bisa mengambil kebijakan yang benar. Untuk sama-sama tumbuh. Kalau data yang masuk yang salah, kita ambil kebijakannya nanti juga jadi salah," ucap Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi meminta asosiasi sektor kesehatan mengerahkan seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dalam pendataan yang dilakukan BPS.
Ia menyebut terdapat sekitar 3.200 rumah sakit, 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 12.000 apotek, 6.000 laboratorium, serta ribuan praktik dokter mandiri yang diharapkan ikut dalam Sensus Ekonomi 2026.
Baca Juga: Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun regulasi yang dapat mendorong pertumbuhan industri kesehatan sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
-
Pemain 402: Rumah Sakit Angker Korea ke Rumah Dukun Lokal, Warna-warni tapi Tetap Menyeramkan
-
Film Horor 402: Rumah Sakit Angker Korea Hadirkan Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global