Khutbah I
:
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjalankan perintah-Nya.
Karena dengan ketakwaan, setiap persoalan hidup yang kita alami akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan banyak keistimewaan dan kemampuan, supaya dapat mengemban tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini.
Salah satu keistimewaan manusia adalah mampu mengolah alam menjadi apa yang mereka inginkan. Mampu mengelola berbagai sumber yang ada di muka bumi untuk mencukupi kebutuhan mereka. Mampu untuk berinovasi untuk menciptakan peradaban yang lebih baik dari masa ke masa.
Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Quran surah al-Jasiyah Ayat 12 hingga 13:
(12) (13)
Artinya: “(12) Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. (13) Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala Meskipun manusia diberikan dianugerahi kemampuan untuk mengelola dan mengolah apa yang ada di bumi, manusia juga bertanggung jawab untuk menjaga bumi dan melestarikan sumber dayanya.
Meskipun bumi ini dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak akan sirna hingga hari kiamat kelak, namun tetap saja sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia untuk merawatnya.
Baca Juga: Poligami Solusi HIV/AIDS? Ini Pandangan Ulama Tentang Poligami dan HIV/AIDS
Akhir-akhir ini kita banyak mendapatkan berita soal kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga bahan bakar sudah tentu menjadi problem bagi masyarakat kita. Protes dan sikap antipati terhadap isu ini mulai terdengar kembali ke permukaan.
Beragam sebab menjadi latar belakang kenaikan harga BBM. Di antaranya adalah upaya untuk membatasi penggunaan dan memangkas beban penggunaan APBN. Selain itu, kelangkaan BBM sempat terjadi di negeri kita, salah satu penyebabnya adalah terjadinya lonjakan permintaan secara mendadak.
Peningkatan ekonomi di masing-masing daerah juga memicu kelangkaan bahan bakar minyak di negeri kita. Lantas, sebagai orang muslim, apa yang patut kita sikapi dari peristiwa ini apabila melihat dari kacamata agama Islam?
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala Salah satu jalan yang dapat kita tempuh dalam menanggulangi persoalan ini di antaranya adalah kita perlu membiasakan diri untuk menghemat bahan bakar minyak atau BBM yang kita pakai selama kita bisa menghematnya.
Artinya keperluan yang tidak menjadi kebutuhan primer kita jangan sampai mempengaruhi pemakaian bahan bakar minyak apalagi hingga berlebihan. Hal ini tentu berkaitan dengan sikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam memakai sesuatu sebagaimana yang diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 67:
Artinya, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”.
Berkaitan dengan larangan boros dan berlebihan dalam menggunakan sesuatu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
Artinya: “Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah kalian tanpa berlebih-lebihan dan sombong.” (Hadis riwayat Imam Ibnu Majah) Ma’asyiral muslimim wal mu’minin...
Selain kita dilarang untuk boros dan berlebihan dalam menggunakan sesuatu, kita juga diperintahkan untuk melestarikan dan menghemat sesuatu yang kita punya. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat untuk hendaknya ketika ingin tidur agar mematikan lampu api terlebih dahulu, menutup pintu rumah, menutup bak air, menutup wadah makanan dan minuman.
Rasulullah bersabda demikian dikarenakan ada salah seorang warga yang tidur dan tidak mematikan lampu apinya, kemudian api tersebut jatuh dan membakar seluruh rumahnya. Rasulullah mewanti-wanti keselamatan para sahabat beserta harta benda yang mereka punya. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya:
: () . : :
Artinya: “Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Matikanlah lampu-lampu pada malam hari ketika kalian hendak beristirahat, dan tutuplah pintu-pintu, tutuplah bak-bak air, tutuplah makanan dan minuman.’
Hammam berkata, ‘Aku menduga Atha berkata: ‘Tutuplah walau hanya dengan sebatang ranting’.”
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala Meskipun hadis di atas memiliki sebab peristiwa tertentu, ada pelajaran yang dapat kita ambil yaitu perlunya upaya untuk menjaga sesuatu yang kita miliki.
Dengan mematikan lampu api di malam hari, tentunya ada upaya berupa menghemat bahan bakar yang dimiliki oleh para sahabat. Hal ini tentunya apabila kita kontekstualisasikan di masa sekarang masih relevan terkait menghemat BBM yang kita miliki.
Dengan mengamalkan hadis ini dengan menyesuaikan zaman sekarang setidaknya akan memberikan dampak yang positif berupa adanya kebiasaan menghemat di tengah-tengah masyarakat muslim terhadap penggunaan BBM.
Kendati menghemat BBM pun terkadang tidak menjadi solusi bagi sebagian orang, setidaknya ada aksi yang kita lakukan daripada tidak sama sekali. Sebagaimana dikatakan dalam kaidah fikih, “Sesuatu yang tidak dapat dilakukan semuanya, maka jangan ditinggalkan semuanya”.
Setidaknya, dengan menghemat bahan bakar kita telah berupaya untuk membantu pelestarian sumber daya alam. Sehingga dengan demikian, akan timbul dampak-dampak lainnya yang positif, yang dapat memberi manfaat baik bagi manusia maupun alam semesta.
. ***
Khutbah II
. . . : . . . . .
Penulis: Ustadz Amien Nurhakim, Musyrif Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sumber: https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-mari-hemat-bbm-gu9T2
Tag
Berita Terkait
-
Tips Menghemat Bahan Bakar Saat Berkendara, Pas Saat Harga BBM Melambung Tinggi
-
Ini Hadis Nabi dan Keterangan Para Ulama tentang Dianjurkannya Ziarah Kubur
-
Polresta Banyuwangi Tutup SPBU yang Diduga Jual Pertalite Campur Air
-
Heboh di Tengah Isu Harga BBM Naik, SPBU di Banyuwangi Diduga Campur Pertalite dengan Air, Diketahui saat Motor Mogok
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
6 Lipstik Transferproof untuk Bibir Hitam yang Warnanya Elegan dan Anti Pudar
-
Cara Membuat SKCK Online, Simak Syarat dan Biayanya
-
Duh! Septic Tank di Teras Malioboro 1 Meledak, Tiga Wisatawan Terluka
-
DCII Catat Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Naik 40,1 Persen
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Tarik Investor Asing, KEK Mandalika Tawarkan Insentif Pajak Murah
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kevin Diks Waspadai Keunggulan Fisik Timnas Bulgaria Meski Tak Bawa Kekuatan Penuh
-
Lahan Sawah Anda Berubah Fungsi? Siap-siap Kena Denda Tiga Kali Lipat