- Warga Malaysia bernama Pak Tam (45) ditemukan selamat di Mekkah setelah hilang saat umrah sejak 17 Februari 2026.
- Pak Tam ditemukan oleh seorang pekerja migran Indonesia di sebuah masjid pada Senin, 30 Maret 2026, pagi hari.
- Pekerja migran tersebut menghubungi agen travel melalui nomor telepon yang ditemukan pada barang bawaan Pak Tam.
Suara.com - Publik negeri jiran, tengah dihebohkan oleh Mohd Syahir Sayuti Ahmad, atau akrab disapa Pak Tam (45), warga Malaysia yang dinyatakan hilang, ternyata ditemukan berada di Mekkah, Arab Saudi.
Dikutip dari Harian Metro, Senin (30/3/2026), Pak Tam dinyatakan hilang lebih dari satu bulan. Persisnya saat dia menjadi jemaah umrah.
Pak Tam yang dilaporkan hilang secara misterius saat menunaikan ibadah umrah di Mekah sejak 17 Februari lalu, ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin hari ini.
Penemuan Pak Tam menjadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas jemaah di Tanah Suci, terutama karena peran krusial seorang pekerja migran asal Indonesia yang menemukannya pertama kali.
Berita haru ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga, yang telah melakukan berbagai upaya pencarian selama berminggu-minggu melalui jalur resmi maupun relawan di Arab Saudi.
Keponakan Pak Tam, Nur Syafini Zainal Abidin (31), membagikan rasa syukur dan detail penemuan paman tercintanya tersebut.
Menurut informasi yang diterima pihak keluarga, Pak Tam ditemukan di sebuah masjid di Mekah sekitar pukul 04.30 pagi waktu Arab Saudi (atau sekitar pukul 08.30 WIB).
Peran Penting Pekerja Indonesia dalam Penemuan
Proses penemuan Pak Tam tergolong tidak sengaja namun sangat krusial. Seorang pekerja berkebangsaan Indonesia yang sedang bertugas di kawasan masjid tersebut menyadari keberadaan seorang pria yang tampak bingung.
Baca Juga: Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Setelah dilakukan pengecekan, pekerja tersebut menemukan identitas dan nomor kontak yang tertera pada barang bawaan Pak Tam.
Nur Syafini menjelaskan melalui pesan singkat mengenai kronologi komunikasi awal antara sang penemu dengan pihak keluarga.
Ia menyebutkan, nomor telepon yang tertempel di tas Pak Tam menjadi kunci utama kembalinya sang paman ke pelukan keluarga.
"Alhamdulillah paman saya sudah ditemukan oleh seorang pekerja Indonesia. Pekerja itu menghubungi paman saya yang lain melalui nomor telepon yang ada pada tas Pak Tam pada jam 9.30 pagi tadi. " ujar Nur Syafini dengan nada penuh syukur.
Langkah cepat pekerja Indonesia tersebut, segera ditindaklanjuti dengan menghubungi pihak agen travel yang memberangkatkan rombongan Pak Tam.
Kerja sama antara pekerja lapangan, pihak keluarga, dan agen perjalanan memastikan Pak Tam segera mendapatkan perlindungan dan perawatan yang diperlukan.
Tag
Berita Terkait
-
Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Undian Piala Asia 2027 Resmi Ditunda, AFC Tunggu Kehadiran Seluruh Peserta
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda
-
WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
-
Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok