- PT DCI Indonesia Tbk mencatat pendapatan Rp2,5 triliun di 2025, tumbuh 40,1 persen didorong operasional pusat data JK6.
- Profitabilitas perusahaan meningkat; EBITDA mencapai Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp1 triliun pada tahun 2025.
- Perusahaan mempertahankan posisi pemimpin pasar pusat data Indonesia dengan pertumbuhan aset rata-rata 22,1 persen sejak 2021.
Suara.com - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun pada 2025, meningkat 40,1 persen secara year on year (yoy) dibanding Rp1,8 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini salah satunya didorong oleh kontribusi operasional dari pusat data JK6.
“Peningkatan pendapatan ini merefleksikan kontribusi dari gedung pusat data JK6 yang baru mulai beroperasi pada tahun 2025, serta didukung juga oleh pertumbuhan ekspansi bisnis pelanggan, baik dari pelanggan eksisting maupun pelanggan baru,” ujar Finance Director DCI, Evelyn, saat public expose di Jakarta, Senin.
Evelyn menyebutkan bahwa perseroan berhasil meningkatkan total profitabilitas secara absolut melalui pertumbuhan volume, ekspansi kapasitas yang terukur, dan menjaga efisiensi operasional secara konsisten.
Seiring pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan naik 31 persen (yoy) menjadi Rp1,5 triliun, sementara laba bersih tumbuh 25,7 persen (yoy) menjadi Rp1 triliun pada 2025.
“Pencapaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengembangkan kapasitas dan memperluas skala operasional secara disiplin dan berkelanjutan,” kata Evelyn.
Selama lima tahun terakhir, perseroan menunjukkan tren kinerja keuangan yang positif dan tetap mempertahankan posisi sebagai market leader di industri pusat data Indonesia.
Sejak 2021, pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan tercatat 30,7 persen, EBITDA 28,7 persen, dan laba bersih mencapai 40 persen.
Dari sisi aset, total aset perseroan naik menjadi Rp6,6 triliun, dengan rata-rata kenaikan 22,1 persen sejak 2021.
“Posisi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus melakukan perluasan investasi gedung pusat data dalam rangka memenuhi permintaan pasar,” tambah Evelyn.
Baca Juga: Masih SD, Putra Verlita Evelyn Suarakan Isu Pelestarian Satwa dan Lingkungan
Jumlah liabilitas tercatat Rp2,6 triliun pada 2025, meningkat rata-rata 10,4 persen sejak 2021. Sementara itu, ekuitas perseroan pada 2025 mencapai Rp4 triliun, sejalan dengan kinerja positif tahun ini.
Evelyn menegaskan, perseroan akan tetap melanjutkan investasi untuk memperkuat kapasitas dan keandalan operasional seiring pertumbuhan industri pusat data yang terus meningkat. Hingga kini, realisasi belanja modal (capex) 2026 berjalan sesuai rencana, terutama untuk ekspansi kapasitas pusat data.
“Ke depannya, investasi akan terus kami lakukan secara disiplin untuk mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” tutup Evelyn.
(Antara)
Berita Terkait
-
Masih SD, Putra Verlita Evelyn Suarakan Isu Pelestarian Satwa dan Lingkungan
-
Sahamnya Terbang 500 Persen, Laba Bersih Emiten Grup Salim DCII Tumbuh 83,4 Persen
-
Penuh Haru! Juan dan Evelyn Chrestella Umumkan Kehamilan Anak Pertama
-
Otto Toto Sugiri Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di RI
-
Meroket 193 Persen, Emiten DCII Catatkan Laba Bersih Rp415 Miliar di Kuartal I-2025
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Tarik Investor Asing, KEK Mandalika Tawarkan Insentif Pajak Murah
-
Kurs Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000
-
Wacana WFH Sehari per Minggu, Purbaya Jamin Tak Ganggu Produktivitas
-
Bank Mandiri Telah Kucurkan KUR Rp 7,35 T ke UMKM Hingga Februari 2026
-
Penggunaan Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat Ongkos 70%, Ini Hitungannya
-
Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?
-
Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu
-
Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP
-
Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan
-
Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan