- KEK Mandalika menawarkan insentif fiskal kompetitif, seperti tax holiday dan pengurangan pajak, untuk menarik investasi pariwisata strategis.
- Fasilitas non-fiskal mencakup perizinan terpadu satu pintu dan kepastian hukum hak tanah hingga 80 tahun bagi investor.
- Kinerja KEK Mandalika positif, ditandai 1,4 juta kunjungan tahun 2025, serta lonjakan hunian saat acara internasional.
Suara.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi investasi unggulan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Beragam insentif fiskal hingga kemudahan regulasi ditawarkan untuk mempercepat realisasi investasi strategis di kawasan tersebut.
KEK Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation menghadirkan berbagai fasilitas insentif fiskal kompetitif, mulai dari tax holiday untuk kegiatan usaha utama hingga skema pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir.
Tak hanya itu, investor juga dapat memanfaatkan tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi, percepatan depresiasi dan amortisasi, serta pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.
Dari sisi perpajakan tidak langsung, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal dan barang kena pajak tertentu, pembebasan bea masuk, hingga pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan KEK.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan KEK Mandalika tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga kesiapan ekosistem investasi yang terintegrasi.
"Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh. Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan," ujarnya seperti dikutip, Senin (30/3/2026).
Selain insentif fiskal, KEK Mandalika juga menyediakan berbagai kemudahan non-fiskal, seperti layanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan tenaga kerja asing, hingga kepastian hukum melalui hak atas tanah yang dapat dimanfaatkan hingga 80 tahun.
Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi yang mencakup sejumlah zona strategis seperti Circuit District, Kuta District, hingga kawasan berbasis lifestyle and leisure.
Sejumlah proyek unggulan juga ditawarkan kepada investor, mulai dari Golf Resort Community seluas 298 hektare hingga Tanjung Aan Premium Serenity District yang difokuskan untuk pengembangan hotel berstandar internasional.
Baca Juga: Purbaya Lapor Prabowo Buktikan Investor Asing Masih Percaya RI
Dari sisi kinerja, KEK Mandalika menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 1,4 juta orang dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen.
Bahkan, tingkat hunian melonjak hingga 90–100 persen saat ajang internasional seperti MotoGP digelar di Sirkuit Mandalika.
Keberadaan berbagai event internasional tersebut turut memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportstainment tourism kelas dunia sekaligus mendorong efek berganda terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kawasan.
Dengan kombinasi insentif fiskal, kemudahan regulasi, serta dukungan infrastruktur terintegrasi, KEK Mandalika semakin menegaskan perannya sebagai salah satu kawasan investasi paling prospektif di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS