PURWOKERTO.SUARA.COM - Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin mengungkapkan, Pertamina didirikan untuk mengusahakan pengelolaan sumber energi migas bagi kepentingan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Menurutnya, Pertamina selain diserahi tugas ketersediaan BBM, juga menjaga agar harga terjangkau.
Ia melanjutkan, hal tersebut menjadi urusahan pemerintahan di bidang energi (ESDM) dan Badan Usaha Milik Negara.
"Kami melihat pengurangan subsidi ini tidak semata berdiri sendiri soal menyelamatkan kebijakan fiskal APBN, melainkan juga soal tata kelola Pertamina," ujarnya dalam siaran tertulisanya pada Senin, 5 September 2022.
Menurutnya, Pertamina bukan lagi menjadi entitas badan usaha negara, melainkan sudah menjadi murni entitas bisnis. Sebagai entitas negara, ujarnya, Pertamina mengelola industri hulu-hilir minyak memenuhi ketersediaan dan harga yang terjangkau.
"Penurunan subsidi energi ini, sama halnya negara kalah bernegosiasi dengan pertamina. Lalu, ekonomi rumah tangga publik dibebankan," tegas Hasanuddin.
Ia menerangkan, subsidi dikurangi oleh pemerintah dengan alasan tidak tepat sasaran, prioritas bantuan untuk masyarakat melalui skema BLT.
"Ini tidak semata soal merubah skema alokasi. Namun, keputusan ini menggerus kehadiran negara melalui Keputusan mendirikan (BUMN) Pertamina untuk tujuan mengelola minyak dan menggerus kehadiran negara dalam kebijakan ekonomi subsidi," ucap Hasanuddin.
Ia berpendapat, Presiden Jokowi nampaknya tidak berkutik pada Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN, serta Pertamina. Oleh sebab itulah, lanjutnya, defisit APBN pilihannya pada mengurangi subsidi energi, padahal masih banyak jalan lain.
"Kalau Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyetujui soal pengurangan subsidi ini, tentu bukan soal menyelematkan APBN, melainkan Menkeu Pro Ekonomi Pasar; liberalisasi hilir Minyak Indonesia," pungkas Hasanuddin. (Arif KF)
Baca Juga: Mengharumkan, Pebalap Indonesia Decksa Almer Juarai Honda Thailand Talent Cup 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan
-
Steven Wongso Samakan Penjual Martabak dengan Pengedar Narkoba, Nicky Tirta Emosi
-
Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Bukan Sekadar Komoditas, Sarif Abdillah Dorong Perhatian Serius untuk Petani Bawang Putih di Jateng
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Hunian di Balik Geligi Elara
-
Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?
-
Penipuan Online Modus CS Blibli Terungkap di Pekanbaru, Korban Rugi Ratusan Juta
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan