PURWOKERTO.SUARA.COM – Setelah Hotman Paris mendesak penyelidikan kematian santri asal Palembang, Sumatra Selatan, Pondok Modern Darussalam Gontor akhirnya angkat bicara. Melalui juru bicaranya, Senin 5 September 2022, manajemen pondok mengakui ada penganiayaan yang menyebabkan kematian AM (16) dan telah mengeluarkan pelaku penganiayaan secara permanen.
Noor Syahid, juru bicara Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur menyatakan, ada indikasi penganiayaan pada kematian AM. Pada hari yang sama ketika santri bernama AM meninggal, yaitu pada Senin 22 Agustus 2022, pengelola pondok langsung mengusut kasus ini.
“Berdasarkan penemuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat,” kata Noor.
Pengelola pondok mencari siapa yang terlibat penganiayaan hingga menyebabkan santri bernama AM ini meninggal dunia. Setelah mendapat keterangan, pihak pondok modern Darussalam Gontor padahari itu juga mengeluarkan santri yang terlibat penganiayaan secara permanen dan memulangkan ke orangtua masing-masing.
“Pada hari yang sama ketika almarhum wafat kami juga mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari pondok modern Darussalam Gontor secara permanan dan langsung mengatar mereka ke orangtua mereka masing-masing,” ujar Noor.
Noor mewakili pondok meminta maaf kepada keluarga AM atas peristiwa ini. Ia juga meminta maaf atas ketidakjelasan dan ketertutupan pada saat mengantar jenazah AM.
“Kami juga meminta maaf jika dalam proses pengantaran jezah tidak jelas dan tidak terbuka,” ucapnya.
Sebelumnya pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menerima aduan seorang ibu bernama Soimah dalam program Hotman 911 di Palembang. Melalui akun instagramnya yang bertanda centang itu, Hotman mengunggah video ketika Soimah menagis tersedu-sedu menceritakan kejanggalan kematian anaaknya di sebuah pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur.
Sambil menangis, Soimah menceritakan awal mula kabar duka itu datang. Soimah menceritakan ada telepon dari pengasuh pondok pesantren. Namun penelepon meminta nomor suami Soimah karena hanya akanmenyampaikan pesan ke suaminya.
Baca Juga: Detik-detik Gempa Tewaskan 46 Orang di Sichuan China, Jiang Pasrah di Lantai 31 Apartemen
Singkat cerita dikasihlah nomor suaminya. Tanpa disangka, telepon itu membawa kabar duka kematian putranya yang berinisial AM (16). Soimah seketika menangis makin keras.
Yang membuat ia curiga, jenazah putranya menunjukkan tanda penganiayaan. Kain kafan yang digunakan untuk membungkus jenazah bersimbah darah.
Darah terus mengucur dari kepala dan badan jenazah. Keluarga sampai mengganti kainkafan hingga dua kali sebelum memakamkan jenazah. Dari kejanggalan inilah, keluarga menduga AM meninggal karena penganiayaan.
"Meninggalnya jam 06.45, saya dikasih tahu jam 10.00," ujar Soimah sambil menangis.
Soimah tidak melakukan visum. Tidak juga melaporkan kejanggalan ini ke Polisi. Menurut, Soimah ia kahwatir karena ini menyangkut pondok pesantren besar dan ternama di Indonesia.
"Belum lapor polisi karena pertimbangannya menyangkut lembaga besar," ujar Soimah.
Hotman seketika menyebut Kapolda Jawa Timur dalam unggahannya. Ia memohon agar Kapolda Jawa Timur menyelidiki kematian AM yang terjadi di pondok pesantren.
"Bapak Kapolda Jawa Timur mohon dilakukan segera penyelidikan atas meninggalnya anak ibu Soimah," kata Hotman.
Tag
Berita Terkait
-
Polres Ponorogo Selidiki Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, Diduga karena Penganiayaan
-
Soimah Mengadu ke Hotman Paris, Laporkan Kejanggalan Kematian Putranya di Pondok Pesantren di Jawa Timur
-
Dilaporkan ke Polisi, Pencuri Cokelat Alfamart dan Pengacaranya Meminta Maaf, Kasus Berakhir Damai
-
Alfamart Benarkan Karyawannya Diancam UU ITE, Hotman Paris: Lawan!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Mewah di Sentul City Bogor Digeledah Gabungan Polri
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!