PURWOKERTO.SUARA.COM, SICHUAN- Provinsi Sichuan China diguncang gempa berkekuatan 6,8. Dikutip dari Aljazeera.com, gempa tersebut mengakibatkan 46 orang tewas seperti dilaporkan media pemerintah China Xinhua.
Pusat gempa berada di Luding, kata Pusat Jaringan Gempa China, sebuah kota di pegunungan sekitar 226km (110 mil) barat daya Chengdu.
Detik-detik gempa itu pun terekam. Warga berlarian, sementara bangunan di sepanjang jalan runtuh karena getaran. Mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan juga terlihat bergoyang karena tanah terguncang.
Penduduk Jiang Danli mengaku sempat bersembunyi di bawah meja selama lima menit di apartemennya di lantai 31, saat gempa terjadi.
Sementara banyak tetangganya bergegas turun dari apartemen untuk menyelamatkan diri.
Ia begitu ketakutan. Terlebih, saat gempa terjadi, Jiang masih terjebak di lantai yang tinggi, lantai 31. Sementara getaran terasa kuat dan bisa saja meruntuhkan gedung yang ditinggalinya.
“Ada gempa bumi yang kuat pada bulan Juni, tetapi itu tidak terlalu menakutkan. Kali ini saya benar-benar takut, karena saya tinggal di lantai yang tinggi dan getarannya membuat saya pusing,” kata Jiang.
Laura Luo, yang tinggal di Chengdu, sebuah kota berpenduduk sekitar 21 juta orang, melihat orang-orang di lingkungannya bergegas keluar dari rumah bertingkat tinggi.
Mereka tampak ketakutan hingga menangis.
Baca Juga: 63 Ribu Warga Solo Bakal Terima BLT BBM, Bagi Begini Cara Daftarnya
Dari video yang beredar di media sosial, tampak lampu berayun. Sementara penduduk bergegas keluar dari gedung ke jalan-jalan dengan raut panik dan ketakutan.
Laporan Aljazeera.com, sebanyak 39.000 orang tinggal dalam jarak 20 km (9 mil) dari pusat gempa dan 1,55 juta dalam jarak 100 km (48 mil), menurut televisi pemerintah.
Gempa itu adalah yang terbesar di Sichuan sejak Agustus 2017, setalah gempa berkekuatan 7,0 pernah melanda prefektur Aba.
Gempa bumi Sichuan bukan pertama kalinya. Gempa paling kuat pernah terjadi pada Mei 2008. Gempa berkekuatan 8,0 skala Richter yang berpusat di Wenchuan menewaskan hampir 70.000 orang dan menyebabkan kerusakan parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!