/
Rabu, 07 September 2022 | 14:40 WIB
Hanung Bramantyo.

PUWROKERTO.SUARA.COM - Seorang produser sekaligus sutradara dan artis, Hanung Bramantyo dalam Instagramnya pada Rabu, 7 September 2022 mengingat seorang aktivis yang terbunuh pada 7 September 2004 atau 18 tahun yang lalu. 

Hanung menulis terkait seorang pejuang HAM tersebut dikenal bernama Munir Said Thalib (Cak Munir). Sampai hari ini dalang pembunuhan tersebut belum tertangkap. 

"Pernah suatu hari saya diminta
membuat filmnya. Tanpa ragu saya menyatakan bersedia. Paginya, saya ditelfon orang tak dikenal yang dengan sopan meminta saya untuk berjumpa," terangnya dalam Instagram @hanungbramantyo. 

Ia menjelaskan, awalnya orang terhadapnya dan ingin berkenalan. Setelah ia selidiki, ternyata si penelefon seorang pensiunan tentara. 

"Hati saya langsung makjleb. Perasaan saya gak enak. Mulai saat itu, saya memutuskan untuk mengurungkan niat membuat film
tentang Munir, daripada nasib saya seperti sang Brigadir (Brigadir J)," ungkap Hanung. 

Ia meneruskan, sampai hari ini kematian Munir Said Thalib, aktifis kemanusiaan, salah satu pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) masih
jadi misteri. Pelakunya sudah tertangkap, tapi dalangnya masih bebas. 

"Siapa dia? Yang jelas orang kuat. Mungkin Aswatarma. Melihat tragedi Duren Tiga, saya jadi paham kalau keadilan sulit ditegakkan jika menyentuh aparat," ucap Hanung. 

Tidak lupa, ia menitipkan doa untuk Cak Munir, agar keadilan segera tiba. Serta, agar keluarga yang ditinggalkan tenang. (Arif KF)

Baca Juga: Notifikasi WhatsApp Tak Muncul? Ini Solusinya

Load More