PURWOKERTO.SUARA.COM - Pada era di mana beban hidup mengimpit ketat tanpa ampun, skill untuk berkata "tidak" semakin krusial. Berkata "tidak" di sini tentu terkait hal-hal yang akan menambah beban kewajibanmu.
Kadang karena merasa tidak enak hati, setiap permintaan yang datang kita iyakan. Pada akhirnya kita menjadi kerap dimanfaatkan orang.
Endingnya kita pusing sendiri dan mendapat banyak tekanan. Hal ini tentu tak baik untuk kesehatan mental kita jika terus-menerus dilakukan.
Bagi sandwich generation, skill berkata "tidak" bahkan dirasa makin mendesak. Di kala beban diri sudah cukup berat, menolak tanpa harus terbebani rasa tidak enak menjadi perlu.
Nah untuk bisa menghilangkan rasa tidak enak ini memang perlu keterampilan khsus. Di samaping itu, harus tahu cara yang tepat. Berikut cara berkata tidak tampa harus merasa rikuh atau tidak enak hati.
1. Buat batasanmu sendiri
Buatlah batasan kapan saatnya kamu membantu dan kapan saatnya beristirahat. Selain itu, buat juga batasan permintaan pertolongan apa yang mampu dan yang tidak bisa kamulakukan.
Setiap orang bisa jadi punya batasannya sendiri. Sehingga batasan setiap orang bisa berbeda-beda. Tetapkan batasanmu sesuai pertimbangan kondisimumasing-masing.
2. Belajar komunikasi asertif
Komunikasi asertif ini penting banget. Ungkapkan apa yang tak mau atau tak kamu setujui dengan tegas, santun dan penuh respek sehingga tidak merusak relasi yang sudah terjalin.
3. Belajar menerima respons negatif
Baca Juga: Tips Beranjak dari Zona Nyaman, Langkah Kecil Menuju Versi Terbaikmu
Alasan rasa tak enak hati muncul ketika menolak permintaan seseorang ialah takut orang itu bereaksi negatif dan merusak relasi baik yang terjalin.
Mulai saat ini belajarlah menerima reaksi negatif itu. Hargai dirimu yang sudah berani berkata "tidak". Dan lanjutkan hidupmu.
Sadari dan terimalah kita tidak bisa menyenangkan setiap orang. Kita tidak bisa mengendalikan reaksi orang lain, namun kita bisa mengendalikan diri kita untuk tetap berjalan dan fokus pada tujuan kita.
Lebih dari itu, jika teman atau relasimu itu memang baik, mereka semestinya bisa mengerti kondisimu.
Selamat mencoba. Semoga setelah ini kamu bisa berkata "tidak" untuk hal-hak yang tak ingin kamu lakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL