/
Jum'at, 23 September 2022 | 19:30 WIB
Ilustrasi stadion megah (pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM, MATARAM - KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) Pastikan stadion utama untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 tahun 2028 akan dibangun di Kabupaten Lombok Barat. 

Ketua KONI Nusa Tenggara Barat, Mori Hanafi stardion utama tersebut berstandar internasional dan mempunyai tiga usulan lokasi. 

"Untuk stadion utama ini kita akan bangun di Kabupaten Lombok Barat, dengan standar internasional. Ada tiga tempat yang diusulkan untuk lokasinya itu, yakni di Kecamatan Narmada, Lingsar dan Kuripan," ujarnya di kota Mataram dikutip dari Antara News. 

Mori menerangkan, stadion utama tersebut tersebut akan berkapasitas 60 ribu sampai 70 ribu orang penonton. Stadion utama ini di bangun di atas lahan seluas 10-15 hektar. 

Ia melanjutkan, terkait anggaran untuk pembangunan, diperkirakan menelan biaya mencapai Rp2 triliun.

"Anggaran pembangunan stadion ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah pusat," jelas Mori.

Menurutnya, di sekitar stadion utama itu nantinya juga akan dibangun beberapa stadion untuk pertandingan beberapa cabang olahraga. Hanya, saja untuk cabang apa saja, pihaknya belum bisa memastikan.

"Cuma kita belum tahu detail-nya seperti apa. Tapi yang pasti di sekitar stadion utama itu ada komplek olahraga lain yang juga akan di bangun," terang Mori.

Ia mengungkapkan, alasan pemilihan lokasi pembangunan stadion utama di Lombok Barat karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya, lahan yang tersedia cukup luas hanya ada di Kabupaten Lombok Barat.

Baca Juga: Sakit Hati Ditinggal, Pria di Sragen Bakar Rumah Kekasih

Selain itu, lanjut Mori, secara akomodasi dan transportasi di Kabupaten Lombok Barat dekat dengan pusat Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB, sehingga cukup tersedia dan lengkap.

"Kenapa tidak di bangun di Kota Mataram, karena kalau di Mataram sudah tidak ada lahan. Kalau di Lombok Tengah, sudah lengkap sebagai "sport tourism" ada MotoGP, WSBK dengan keberadaan Sirkuit Mandalika di situ," terangnya.

Ia menerangkan, tidak dilaksanakan di pulau Sumbawa, lebih terkait akomodasi dan akses transportasi. Karena pihaknya akan menampung 60 ribu orang sehingga tidak mendukung kalau di bangun di Pulau Sumbawa. (Arif KF)

Load More