/
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:12 WIB
Arema FC

PURWOKERTO.SUARA.COM, MALANG- Arema FC terancam tidak bisa menggelar laga kandang di sisa laga Liga 1 musim ini. Ini buntut dari insiden yang menewaskan 127 orang di stadion Kanjuruhan Malang.  Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengatakan, pihaknya bakal menerima sanksi yang akan diberikan Komdis PSSI. Meski sejauh ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan sanksi apa yang akan diterima secara resmi. 

Alih-alih memikirkan sanksi, pihaknya saat ini masih fokus terhadap penanganan korban insiden di stadion Kanjuruhan, baik yang luka maupun meninggal. 

“Karena fokus kita pendataan para korban, dan memberikan bantuan yang mengalamu luka maupun meninggal,”katanya

Selain memberikan santunan, pihaknya bersama pemain Arema FC juga bertakziah ke rumah duka korban meninggal. 

Pihaknya masih menunggu kejelasan sanksi yang anak diberikan Komdis PSSI. Jika sudah jelas, baru pihaknya akan menggelar meeting untuk menentukan straegi menyikapi sanksi tersebut. 

Ditanya mengenai kemungkinan ada sanksi berat lainnya, Gilang menyebut sanksi larangan bermain kandang sudah berat bagi pihaknya. 

Dengan tidak bermain di kandang (home), pihaknya bakal kehilangan potensi pemasukan yang besar, baik dari pemasukan tiket penonton maupun sponsor yang butuh adanya aktivitas atau keramaian.

Bukan hanya  kehilangan pendapatan, dengan tidak bermain di kandang, pihaknya akan kehilangan pemain ke 12, yakni suporter fanatis yang menjadi energi luar biasa untuk meraih kemenangan. 

Sanksi itu sudah cukup memukul pihaknya hingga bisa introspeksi untuk menjadi lebih baik ke depannya. 

Baca Juga: Ternyata Daun Kumis Kucing Sangat Bermanfaat. Apa Saja?

“Larangan tidak bermain home sudah cukup buat kita introspeksi, untuk berubah menjadi lebih baik,”katanya

Load More