PURWOKERTO.SUARA.COM, TEMANGGUNG - Massa yang terdiri atas pedagang pasar tradisional Ngadirejo dan Candiroto menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati dan DPRD Kabupaten Temanggung, Senin 3 Oktober 2022.
Para pedagang pasar Ngadirejo dan Candiroto menuntut pencabutan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 117 Tahun 2021 yang mengatur biaya sewa los kios di pasar tradisional.
Para pedagang keberatan dengan kewajiban membayar sewa los kios pasar tradisional. Sebab, sebelumnya mereka telah membayar retribusi penempatan awal.
"Karena dulu mereka pernah membayar, maka mereka merasa nggak mau dong kalau sekarang suruh bayar lagi," kata Bupati Temanggung, Al Khadziq.
Di sisi lain, ada aturan pemerintah yang mengatur sistem sewa untuk pemanfaatan barang milik negara. Aturan itu tertuang dalam Perbup dan Perda.
"Tetapi memang kita juga paham keberatan dari para pedagang, karena dulu pernah ditarik," ujar dia.
Regulasi ini ternyata menyisakan masalah yang lebih rumit. Antara lain kesimpangsiuran status pedagang yang telah membayar retribusi penempatan awal, apakah sebagai pemilik atau sekadar penyewa.
Permasalahan selanjutnya, status antara kepemilikan atau sewa itu berlaku sementara atau selamanya. Hal ini yang ada tidak pernah dijelaskan dari dulu, sehingga pedagang merasa keberatan jika sekarang harus diterapkan sistem sewa menyewa.
Bupati menjelaskan Perbup ini merupakan produk turunan dari Perda Nomor 13 Tahun 2019 Jika Perda ini dicabut, maka otomatis Perbup yang dipermasalahkan juga tak berlaku.
Baca Juga: Jangan Salah, Kepikunan Bisa Dialami Kaum Muda Lho. Begini Tandanya
"Saya siap mencabut Perbup itu kalau Perdanya dicabut oleh DPRD. Nanti bersama-sama antara pedagang pasar, Pemerintah Kabupaten dan DPRD rembugan bersama-sama. Ini saudara semua, maka lebih baik dibuat tim bersama-sama, kalau memang harus dicabut ya dicabut, Perdanya juga dicabut . Kalau kita mau susun aturan baru, nanti kita rembug bersama-sama," kata Bupati.
Sementara Ketua DPRD Temanggung, Yunianto mengatakan, hari ini juga akan melayangkan surat kepada Bupati Temanggung agar segera mencabut Peraturan Bupati Nomor 117 Tahun 2021.
Selanjutnya ia akan membentuk tim investigasi untuk menentukan hak guna bangunan, sewa dan lain sebagainya. Meski sebenarnya, aturan itu berasal dari bupati-bupati sebelumnya.
"Namun jangan sampai salah, semuanya harus patuh dengan regulasi di atasnya, jadi kajian hukum ini sangat perlu. Tim investigasi wajib melakukan kajian hukum. Tim Investigasi unsurnya dari Pemerintah Daerah, DPRD, dari unsur pedagang, supaya nanti tidak ada hal-hal yang tidak mengenakkan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
42 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Daily Gifts Pemain 117 dan 1.000 Rank Up Menanti
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Totalitas di Film Songko, Annette Edoarda Tenggak Minuman Cap Tikus
-
1,9 Juta Kendaraan di Sulsel Nunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp1,7 Triliun
-
Misteri Logo Bugatti di Pasir Putih: Ketika Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pesisir Sumenep
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG