/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 22:52 WIB
Sebuah rumah warga diterjang banjir setelah tebing Sungai Kedungbener longsor dan menutup sungai hingga air sungai meluap ke permukiman warga Desa Wadasmalang Rt 06 Rw 01, Karangsambung, Kebumen. (Basarnas Cilacap)

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Samijaya (70), warga yang terseret alihan aliran Sungai Kedungbener Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu 9 Oktober 2022.

“Korban ditemukan pada hari Minggu (9/10) pukul 17.24 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Adapun penemuan korban berjarak 20.7 Kilometer ke arah selatan dari lokasi hilangnya korban," kata Adah Sudarsa, Kepala BASARNAS Cilacap.

Tim SAR Gabungan menemukan korban saat Tim SAR mencari dengan menyisir di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian mendapatkan informasi dari seorang pencari kayu yang melihat korban berada di bawah pintu air Pleret, tepatnya di Dukuh Wonoresik, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen. 

Setelah mendapat informasi tersebut, selanjutnya Tim SAR Gabungan menuju lokasi penemuan korban dan mengevakuasi korban ke RSUD Kebumen.

Sebelumnya, dilaporkan pada Sabtu (8/10/2022) debit air Sungai Kedungbener meningkat akibat hujan deras. Tinggi debit air berdampak pada tebing Sungai Kedungbener yang berada di wilayah Wadasmalang longsor. 

Material longsoran yang cukup besar membuat aliran sungai tertutup dan arus sungai berubah arah ke wilayah permukiman warga. Akibatnya 18 rumah terdampak dan satu orang warga terbawa alihan aliran arus Sungai Kedungbener.

Diketahui korban bernama Samijaya, warga Desa Wadasmalang Rt 06 Rw 01 Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Dengan telah ditemukannya korban, maka pada Minggu (9/10) pukul 18.30 Wib operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Selanjutnya, dengan ucapan terima kasih, seluruh unsur SAR yang terlibat dapat kembali ke satuannya masing-masing,” ucapnya.

Baca Juga: Jalur Kereta Api di Cilacap Ambles Diperbaiki, Perjalanan Mulai Normal

Load More