/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:32 WIB
Rhaenyra Tragaryen, The Black Queen (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM - House of The Dragon episode 10 mengambil judul "The Black Queen". Episode ini menggambarkan potongan kelam kehidupan Putri Rhaenyra Targaryen.

Putri Rhaenys datang ke Dragon Stone setelah membuat keributan di acara penobatan Aegon sebagai raja sepeninggal Raja Viserys. Putri Rhaenys dengan naganya mengobrak-abrik aula kerajaan di tengah prosesi penobatan.

Setelah cukup memberikan peringatan, Raenerys terbang dengan naganya ke Dragon Stone. Ia mengabarkan Rhaenyra bahwa ayahnya, Raja Viserys, telah wafat. 

Kabar ini bak petir di siang bolong. Rhaenyra amat terpukul. Ditambah lagi Ratu Alicent Hightower menobatkan anaknya, Aegon sebagai raja. Artinya hak atas tahta kerajaan direbut klan Hightower.

Kabar ini bahkan membuat kandungan dalam perutnya terguncang. Darah mengalir, bayinya dari hasil dengan Daemon keluar sebelum waktunya. Sebuah kehilangan besar untuk Rhaenyra.

Daemon yang mudah tersulut tak pelak langsung mempersiapkan peperangan. Ia dan dewan kecil memetakan siapa kawan yang bisa diajak bersekutu. 

Namun rencana perang ini ditentang Rhanyra. Ia lebih memilih perlawanan halus ketimbang perang. Lalu apa yang membuat ia masih bisa menahan diri ketika yang lain menyerukan jalan perang?

Ada beberapa alasan. Pertama  ramalan yang disampaikan ayahnya, Raja Viserys. Viserys memang bukan raja penakluk lewat medan perang. Namun ia punya kelebihan yaitu anugrah melihat masa depan.

Ia melihat ke depan Klan Naga dari Keluarga Targaryen akan menyatukan berbagai klan untuk melawan musuh yang datang dari utara. Kita tahu pada serial Game of Throne, ada iblis es dari utara yang mencoba menguasai dunia. Inilah musuh yang akan dihadapi keturunan Viserys ke depan.

Baca Juga: Kenali Dampak Konsumsi Kafein Berlebih Pada Kesehatan Kulit

Demi menjaga persatuan, Rhaenyra enggan mengobarkan genderang perang. Kalaupun harus ia tak ingin sebagai pihak yang memulai perang.

Alasan lain, jika perang terjadi, pasti akan terjadi perang para penunggang naga. Perang yang melibatkan naga pasti akang meluluh lantakan segalanya. Ia tak ingin kelak memimpin rakyat yang menyisakan abu dan tulang.

Maka rencanapun disusun. Rhaenyra menggalang dukungan dari kerajaan-kerajaan yang dulu bersumpah setia untuk Rhaenyra pada ayahnya.

Sautu di antaranya klan Bharatheon. Pangeran Viserys II yang masih anak-anak mengajukan diri menjadi utusan untuk meminta dukungan. Alasannya pesan yang disampaikan dengan menaiki naga lebih cepat dibanding lewat burung gagak.

Namun Pangeran Aemond, adik Raja Aegon, lebih dulu tiba di Barros bersama Valar, naga terbesar. Pangeran Viserys II sangat terkejut karena Baratheon lebih dulu emberi dukungan untuk Raja Aegon.

Viserys II dan Aemond yang terlibat dendam sejak kecil sempat terlibat cekcok di Aula saat menghadap Bharatheon. Namun berhasil dilerai. Perselisihan berlanjut ketika Viserys dan naganya pulang. Ia dicegat Valar dan Aemond.

Load More