Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIF) Mahfud MD tegas meminta pengurus PSSI mundur menyusul tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa.
Mahfud menegaskan, insiden di stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang disebabkan karena penembakan gas air mata.
Penembakan gas air mata membuat suporter matanya perih dan sesak nafas hingga mereka berusaha keluar dan lari. Sementara pintu besar stadion tidak dibuka. Ribuan orang itu akhirnya lari ke satu pintu yang sama hingga berdesak-desakan dan meregang nyawa.
“Itu gak bisa dibvantah. Kalau gak ada (gas air mata) gak akan lari di suatu tempat,"katanya
Secara aturan, ia juga menyebut gas air mata tidak boleh dipakai untuk pengendalian massa di stadion. Polisi yang masuk ke stadion juga tidak boleh mengenakan seragam dinas.
Ia mengatakan, secara organisatoris, PSSI memang tidak bisa diintervensi. Namun secara yuridis, PSSI menurutnya harus tanggung jawab.
Baik tanggung jawab pidana karena telah menyebabkan kematian banyak orang, maupun tanggung jawab moral dengan cara mengundurkan diri.
Kalau hanya mengacu aturan, pengurus PSSI bisa saja mengelak tidak bersalah dalam insiden Kanjuruhan. Namun secara moral, ia harusnya tahu diri.
"Kalau bicara aturan begini, semua benar, tapi moralnya dimana, ratusan orang terbunuh. Kalau anda punya tanggung jawab moral, mundur, " katanya
Baca Juga: Gilang Juragan 99 Mundur Sebagai Presiden Arema FC, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Lesti Kejora Tak Terbukti Langgar Hak Cipta, Polisi Resmi Hentikan Laporan Yoni Dores
-
Muhammadiyah Gelar Salat Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, Berikut Panduannya
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Laurin Ulrich Lebih Prioritaskan Jerman Ketimbang Timnas Indonesia
-
Jangan Sampai Batal Mudik Lebaran 2026! Kenali 5 Penyebab Mesin Motor Overheat
-
Ketika Orang Datang Melihat-lihat Bertanya Harga, Lalu Pergi..
-
Dari Jeruji ke Iqomah
-
Bukan LCGC, Mobil 7 Penumpang Penggerak RWD Ini Cuma Rp60 Jutaan Jelang Lebaran 2026