PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA-Ferdy Sambo akhirnya menyampaikan permohonan maaf ke orang tua Brigadir J.
Dalam persidangan kemarin, Ferdy Sambo dipertemukan dengan kedua orang tua Brigadir J.
Sambo mengaku memahani perasaan orang tua itu yang telah kehilangan anaknya. Ia pun sangat menyesal atas yang telah terjadi.
"Saya sangat memahami perasaan bapak ibu, saya mohon maaf. Saya mohon maaf atas apa yang telah terjadi. Saya sangat menyesal, "katanya
Sambo mengakui saat itu tak mampu mengontrol emosi. Ia juga tidak bisa berpikir jernih kala itu sehingga peristiwa memilukan yang berujung tewasnya korban itu terjadi.
Namun meski mengakui salah dan telah meminta maaf, Sambo merasa memiliki pembenaran atas perbuatannya.
Dengan tatapan mata tajam, ia berusaha meyakinkan ke orang tua Brigadir J, bahwa insiden itu terjadi akibat kemarahannya atas perbuatan Brigadir J terhadap istrinya.
"Yang terjadi akibat kemarahan saya atas perbuatan anak bapak dan ibu kepada istri saya, " katanya
Sambo mengatakan, semua itu akan dibuktikan di persidangan. Ia pun akan memertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.
Sambo juga mengaku sudah meminta ampun kepada Tuhan atas apa yang telah dilakukannya.
Sampai di persidangan, Sambo tetap bersikukuh, tindakannya adalah puncak emosi setelah apa yang dilakukan Brigadir J yang dinilai telah melecehkan istrinya.
Kemarahan Sambo ini sebelumnya terkonfirmasi dari kesaksian Bripka RR. Bripka RR menyebut amarah sang jenderal meledak karena merasa istrinya telah dilecehkan.
Sambo sempat menawari Bripka RR untuk mengeksekusi Brigadir J, namun ia menolaknya dengan alasan tak kuat mental.
Hingga Bharada E yang dipanggil kemudian tak kuasa menolak perintah sangat jenderal.
Kuasa hukum keluarga Brigadir J sendiri membantah tuduhan Brigadir J telah melecehkan istri Ferdy Sambo. Bahkan kuasa hukum balik menuduh kemungkinan istri Sambo, PC lah yang berusaha melakukan pelecehan kepada Brigadir J namun gagal.
Tag
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Skak Mat Orang Ini di Persidangan : Kalau Penyidik Berpihak ke Saya, Gak Mungkin Saya dan Istri Di sini
-
Bisa Picu Inflasi, Pabrik Uang Palsu di Sukoharjo Digerebek, Rp 1,26 Miliar Siap Edar Disita
-
Dear Warga Purbalingga dan Banjarnegara, Jembatan Kali Serayu Penghubung Dua Kabupaten Ditutup
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Jauhi Cicilan, Ini 4 Motor Rare Kawasaki Cocok untuk Pelajar Stylish tapi Low Budget Mulai 4 Jutaan
-
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO
-
5 Shio yang Beruntung Hari Ini, Ada Peluang Rezeki dan Kemajuan Karier
-
Komi Can't Communicate Kembali! Bab Spesial Baru Resmi Dirilis
-
5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Huawei Watch GT 6 Pro: Smartwatch Premium dengan Baterai 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap