PURWOKERTO.SUARA.COM – Setelah mengtahui peninggalan Kolonial Belanda berupa pabrik gula yang ada di Cepiring Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tampaknya tidak afdol jika kita tidak melihat Kabupaten Situbondo yang memiliki peninggalan serupa bahkan ada yang masih aktif hingga sekarang.
Pada masanya Situbondo merupakan wilayah yang masuk kedalam Karesidenan Besuki yang terdiri dari Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Jember dan Bondowoso. Wilayah inipun tampak meninggalkan banyak jejak sejarah kolonialisme Belanda. Sebut saja situs sejarah bekas benteng peninggalan Belanda juga ada di Situbondo, berada di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Atau enam Pabrik Pengolahan Gula yang dibangun sejak era Kolonial Belanda yang tersebar di sana. Bahkan beberapa pabrik masih aktif hingga saat ini, sebab di Situbondo memiliki struktur geografis di yang sangat cocok untuk tanaman tebu.
Nugroho Notosusanto dalam terjemah buku milik Gottschalk, L terbitan tahun 1986 berjudul Mengerti Sejarah menuliskan, jika Kabupaten Situbondo memang tidak terlepas dari sejarah Karesidenan Besuki. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo merupakan Kabupaten Panarukan dengan Ibukotanya Situbondo.
Sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels medio tahun 1808 hingga 1811 yang membangun jalan disepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sebutan Jalan Anyer - Panarukan atau lebih dikenal lagi Jalan Daendels.
Bahkan hingga awal kemerdekaan nama Situbondo belum di gunakan untuk sebutan wilayah tersebut. Barulah kemudian seiring waktu berjalan waktu barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir kurang lebih th 1972 diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo.
Hal itu berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.
Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten saat ini namun masih menempati rumah pribadinya, baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo awal tahun 1900 ia memperbaiki pendopo sekaligus.
Kembali ke masa kolonialisme, dalam buku di atas disebutkan jika pada tahun 1743 awal mula Belanda sudah menguasai Pulau Jawa terutama di daerah pesisir termasuk pula Karesidenan Besuki. Meski sempat pasang surut dalam perjalanan hingga tahun 1798 Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan.
Hal tersebut membuat Belanda melakukan berbagai hal untuk membiayai Pemerintahannya, bahkan wialayah Karesidenan Besuki pernah dikontrakkan kepada orang China meski hal tersebut tidak berakhir lama hingga pemerintah Belanda bisa kembali mengusai Karesidenan Besuki.
Baca Juga: Persebaya Bawa Dua Tuntutan, Saat Gelaran RUPS Luar Biasa PT LIB di Jakarta
Jika di lihat dari masa ke masa banyak upaya yang dilakukan pemerintahan Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo, antara-lain Pembangunan Dam Air Pintu Lima di Desa Kotakan Situbondo. Setelah Raden Prawirodiningrat I meninggal dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II.
Seperti yang disebut diawal dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo, dimulai dan PG. Demas, PG. Wringinanom, PG. Panji, dan PG. Olean lalu menyusul dua Pabrik gula lainnya.
Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo, terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menjadi Bupati Probolinggo. Lalu setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III.
Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo, mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya.
Mulai Pelabuhan Panarukan, Kalbut dan Jangkar, sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo.
Kala itu wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Mlandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo.*(ANIK AS)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Tidak Tarawih karena Kerja Shift Malam, Berdosa atau Tidak? Begini Penjelasan Ustaz
-
Panduan Lengkap Penukaran Uang Baru di BRI, BCA dan BNI
-
Go Soo Digaet Bintangi Drama Baru Park Min Young dan Sungjae, Nine to Six
-
Kondisi Terkini Diding Boneng Usai Dirawat 4 Malam di RS
-
Pastikan Anggaran Pendidikan Naik, Mendikdasmen Bantah MBG Pangkas Dana Sekolah
-
Cari Kulkas Dua Pintu Murah? Ini 4 Pilihan Harga 2 Jutaan yang Worth Dibeli
-
Iko Uwais Comeback! Film Warrior Siap Sajikan Aksi Silat yang Brutal
-
Ubisoft Kerjakan Beberapa Game Baru, Bocoran Far Cry 7 Ungkap Misi Berpacu dengan Waktu
-
Siap-Siap! Posan Tobing Bakal Guncang GBK Hingga Luar Negeri Lewat Tur Musik 'Road to 165'
-
Ju Ji Hoon dan Ha Ji Won Bersatu dalam Pernikahan Penuh Intrik di Climax