PURWOKERTO.SUARA.COM, BALI- Warganet Indonesia dibuat geram dengan ulah akun twitter diduga warga negara asing atau WNA yang menghina baju batik para kepala negara dan tamu saat makan malam atau gala dinner KTT G20 Bali.
Dalam sesi dinner Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali, Selasa (15/11/2022) malam, sebagian besar delegasi dan pemimpin negara memang terlihat menggunakan kemeja dan busana batik untuk menghormati Indonesia sebagai tuan rumah.
Menanggapi kejadian itu, akun bernama Mahyar Tousi dengan username @MahyarTousi menyinggung batik dan menyebut sosok yang ada di foto tersebut sebagai orang bodoh.
Ia memosting foto Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan empat delegasi luar negeri yang sedang bercengkerama. Mereka mengenakan kemeja panjang bermotif batik asal Bali.
What on earth are these idiots wearing? (Apa yang orang-orang bodoh ini pakai?)," ujar @MahyarTousi dikutip dari suara.com, Rabu (16/11/2022).
Akun itu langsung digeruduk netizen Indonesia hingga cuitan tersebut dihapus.
Namun netizen berhasil meng-capture unggahan itu. Tidak sedikit netizen Indonesia yang menggeruduk akun tersebut dan membanjiri kolom komentar.
Yah kok dihapus twitnya? Kena mental?," komentar @Hisegawon.
"Sebagai tukang ngonten tentang Iran (Asia & mayoritas muslim), beneran sebuah keg*bl*kan besar kalau dia tidak ngerti tentang karakteristik budaya Indonesia (Asia & muslim juga)," timpal @setyaki07.
Netizen menantang Mahyar Tousi agar tak main-main dengan kekuatan netizen Indonesia. Bahkan sampai berencana melaporkan akun YouTube lelaki tersebut. (Irumacezza)
Berita Terkait
-
Youtuber Inggris Hina Batik, Warganet Langsung Serang Akun Mahyar Tousi
-
Hina Batik, YouTuber asal London Ini Panik Diserbu dan Dihujat Warganet Indonesia
-
Heboh di Twitter, WNA Hina Baju Batik KTT G20 Digeruduk Netizen Indonesia: Langsung Kena Mental!
-
Kemenag Gelar Lomba Kaligrafi Batik Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Ini Cara Daftarnya
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba