PURWOKERTO.SUARA.COM – Musim hujan sudah tiba, beberapa wilayah sudah mulai ada yang kebanjiran. Namun tetap saja, dibanjir yang selalu dianggap bencana ada tawa riang bocah yang asyik di tengah musibah.
Saat saya menulis ini banjir yang merendam di Jawa Timur dan beberapa wilayah lainnya sudah mulai berangsur surut. Namun tahukah kalian selama banjir yang merendam dua hari terakhir itu membuat saya melihat kelakuan bocah yang membuat saya geleng-geleng kepala.
Sebab selama saya hidup, belum pernah menemui bocah yang merasa prihatin dan masygul lantaran banjir yang merendam desa atau rumahnya. Bahkan, saat saya tumbuh dewasa akhirnya merasa betapa ngerinya kelakuakn bocah saat banjir tiba dan merendam lingkungan rumahnya.
Memang diakui sudah bukan rahasia kalau para bocah yang tumbuh dan besar di Indonesia utamanya di lingkungan pedesaaan. Hujan, banjir dan lumpur menjadi kawan yang tidak bisa dipisahkan.
Bisa saja hal yang dirasa membahayakan tetap saja di lakukan untuk ukuran seorang bocah. Berikut 5 kelakuannya saat banjir yang bikin geleng-geleng kepala.
1. Mandi di Aliran Banjir
Tidak di kota rantauan tidak di kampong halaman kedua wilayah yang pernah memiliki memori masa kecil bagi saya selalu menemui bocah-bocah semacam ini. Bagi mereka air banjir dengan aliran yang kuat menjadi wahana yang digunakan untuk berseluncur dan berenang-renang ria.
Padahal saat dewasa dan melihat hal ini rasanya bikin ngilu di kepala dan baru sadar ini membahayakan. Saya termasuk dari bocah-bocah ini ketika kecil, namun mengaku ngeri saat sudah tahu dampak dan bayanya ketika sudah dewasa. Termasuk air yang keruh dengan berbagai macam potensi penyakit yang terbawa oleh air itu.
2. Rela Bolos Sekolah buat Keliling Desa yang Terendam Banjir
Baca Juga: Begini Tampilan Jika Dua Mega Bintang Sepak Bola Dunia dalam Satu Brand Fesyen
Cara ini juga dilakukan beberapa bocah yang saat kemarin banjir merendam Jawa Timur membuat mereka membolos sekolah. Bukan untuk agar aman dari ancaman banjir, malah bocah-bocah ini justru berkeliling ke desa-desa yang terendam banjir bahkan hingga ke desa tetangga.
Cara ini dirasakan para bocah sebagai wujud eksistensi mereka saat bertemu teman lainnya utamanya saat berada di lokasi banjir, bahwa orang tuany bisa ia takhlukan dan tidak diejek gembeng (Baca. Penakut). Seperti poin pertama kelakuan bocah ini juga menganalogikan jika banjir menjadi wahana bermain yang menyenangkan.
3. Niat Bantu Warga Padahal Mainan Air Saja
Kelakuan bocah ini kadang membantu kadang ngeselin, setiap banjir tiba selalu ada salah satu rumah yang paling rendah bangunannya di suatu desa. Rumah inilah yang biasanya di jadikan parameter saat air mulai naik sehingga perlu untuk dibantu mengamankan barang. Bocah-bocah dengan kelakuan ini awal-awalnya niat membantu buat menaikan beragam barang yang ada di rumah itu dengan seizin pemilik rumah tentunya.
Namun setelah air naik dan masuk ke dalam rumah justru kelakuan bocah ini kebanyakan mainnya ketimbang membantu pemilik rumah. Sehingga bagi rumah yang masih beralas tanah, justru semua ruang di dalam rumahnya becek dan rusak pada lantainya lantaran di injak kesana kemari dengan niatan awal membatu tadi.
4. Ngepel Mushola Sambil Seluncuran
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum