Saat banjir tiba jarang tempat ibadah entah masjid atau mushola ikut terendam, nah setelah banjir berangsur surut kelakuan bocah ini selalu terlihat di tempat ibadah dengan niatan yang cukup mulia meski realisasinya sama seperti poin ke tiga.
Alih-alih langsung membersihkan mushola atau masjid, bocah-bocah ini sering hilir mudik kesana kemari untuk bermain seluncuran lantaran keasyikannya melihat ruang yang lapang dan berair. Biasanya mereka baru berhenti saat pengurus tempat ibadah itu tiba dan memintanya untuk lekas mengeringkan lantainya.
5. Ngambil Ember Cucian Tetangga
Jika ember miliki ibu di rumah bisa jadi perkara saat di bawa ke lokasi banjir, ember tetangga bisa jadi solusinya. Kelakuan bocah ini dibeberapa wilayah tetap saya temui. Sebab tidak sedikit rumah warga yang memiliki kamar mandi terpisah dengan bangunan utama.
Ini berdampak saat banjir tiba, tidak sedikit ember cucian tetangga jadi sasaran untuk dipinjam secara diam-diam. Tentu bukan buat nyuci ya, tapi buat dijadikan perahu-perahuan untuk keliling di sepanjang jalur aliran banjir.
Jangan khawatir ember bakal hilang, bocah-bocah ini tetap tanggung jawab terhadap ember cucian tetanga, hanya saat dipulangkan embernya masih utuh atau pecah ini yang tidak bisa diduga.
Bagaimana? Ikut geleng-geleng juga, nggak? Atau kalian masih seperti bocah itu dengan melihat banjir sebagai wahana permainan yang menyenangkan tanpa harus bingung memikirkan angsuran yang harus dilunasi tiap bulan.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati