/
Senin, 21 November 2022 | 21:19 WIB
Sebuah toko di pusat Kota Cianjur rusak akibat gempa ((Antara))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) siang, sekitar pukul 13.21 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya mencatat telah terjadi sebanyak 28 kali gempa susulan pascagempa Magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Dwikorita Karnawati Kepala BMKG dalam konferensi pers secara daring, Senin (21/11/2022). “Hasil monitoring BMKG sampai pukul 14.55 WIB menunjukkan adanya 28 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4 dan magnitudo terkecil 1,8,” ujar Dwikorita dikutip Antara.

Dia menghimbau pada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kepala BMKG minta masyarakat menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak mengalami kerusakan yang berarti akibat getaran gempa yang telah terjadi tadi. Dan pastikan kerusakan atau retakan tidak terjadi tidak membahayakan kestabilan bangunan,” jelasnya.

“Sebelum anda kembali ke dalam rumah pastikan pula selalu memonitor informasi resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi yaitu melalui Instagram atau Twitter info BMKG,” imbuhnya.

Kata Dwikorita, hingga saat ini sudah ada laporan kerusakan bangunan seperti rumah dan toko. Selain itu, juga telah tercatat terjadi longsor di wilayah Cianjur akibat dari gempa bumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.

Lebih jauh Dwikorita menjelaskan gempa bumi dipicu pergeseran Sesar Cimandiri, di sebelah barat Provinsi Jawa Barat yang statusnya masih aktif. Kekuatan gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli intensity (MMI), di wilayah Cianjur V-VI MMI, Garut dan Sukabumi IV-V MMI.

Lalu, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta dan Depok antara II-III MMI. “Gempa magnitude 5,6 yang terjadi tadi siang tidak berpotensi tsunami. Sampai sekarang, terdeteksi ada gempa susulan antara magnitude 1 sampai 4,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian InaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, pukul 15.30 WIB, ada 14 orang warga yang meninggal dunia, dan 17 orang warga mengalami luka-luka.

Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Cianjur Bertambah, BNPB: Mengalami Kenaikan Menjadi 62 Orang

Korban luka serta meninggal dunia diduga akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan terjatuh dari kendaraan. Kemudian, ada sejumlah rumah dan bangunan fasilitas umum yang mengalami kerusakan pascakejadian tersebut.

Di samping bangunan rumah, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mendapatkan laporan satu bangunan pondok pesantren rusak berat, dan RSUD Cianjur mengalami kerusakan sedang. Fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakannya, antara lain tiga unit gedung pemerintah dua, tiga unit fasilitas pendidikan, dan satu unit tempat ibadah.*(ANIK AS)

Load More