PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Andi duduk termangu di tepi pantai selatan. Di bawah rindang pohon ketapang, nelayan dari Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah itu menatap debur ombak yang berkejaran menuju bibir pantai. Duduk berteman desir angin, hari itu Andi kembali tak melaut.
Sejak harga bahan bakar melonjak, pria 49 tahun itu lebih sering menambatkan perahunya di pantai. Ia tak sanggup mengeluarkan biaya bahan bakar minyak yang semakin tak terbeli untuk menghidupkan mesin perahunya.
"Saya dalam seminggu bisa berangkat mencari ikan sampai tiga kali. Bayangkan saja dalam sekali berangkat bisa habis antara 3-5 liter. Itu kalau jaraknya tidak terlalu jauh," ungkapnya.
Jika ingin mendapat hasil lebih, ia harus mengarungi laut lebih jauh. Untuk menempuh jarak yang cukup, Andi menghabiskan rata-rata delapan liter bahan bakar jenis pertalite. Jika harga per liter pertalite Rp 10 ribu, maka ia harus mengeluarkan Rp 80 ribu untuk bisa melaut.
Sementara menjadi nelayan semakin sulit. Tak setiap melaut, nelayan pulang membawa drum penuh dengan ikan. Kadang hanya ikan kecil, kadang tak ada tangkapan seharga modal bahan bakarnya.
Tusman (38), nelayan lain dari Kelurahan Kutawaru menceritakan tangkapan sekali melaut bisa mendapatkan beberapa kilogram jenis ikan kecil. Jika dijual, ikan itu bisa laku ratusan ribu. Namun tak setiap melautia bisa mendapat keberuntungan yang sama.
"Pada saat tangkapan banyak ikan kecil ya 5-10 kilogram. itu ya bisa sampai Rp 500-600 ribu kalau dijual. Tapi nelayan kan tidak pasti sekarang bisa dapat besok tidak dapat," ujarnya.
Andi dan Tusman adalah potret nelayan gurem yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak. Ada seribuan lebih nelayan di Cilacap yang mengalami nasib sama dengan Andi dan Tusman.
Mengkap keresahan para nelayan Cilacap ini, Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan mesin perahu berbahan bakar gas. Bahan bakar gas lebih murah jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak. Penyaluran bantuan dilakukan di Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Minggu (20/11/2022).
Baca Juga: Tulisan Nikita Mirzani Soal Bumil Pada April 2022 Jadi Sorotan,Untuk Denise Chariesta?
Ada 1.921 nelayan di Kabupaten Cilacap yang mendapat bantuan mesin perahu berbahan gas elpiji 3 kilogram. Bantuan konverter kit (konkit) yang disalurkan melalui Kementerian ESDM ini merupakan hasil program aspirasi Komisi VII DPR RI.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menjelaskan, sejak tahun 2016 hingga 2021, Kementerian ESDM telah menyalurkan puluhan ribu paket bantuan mesin berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram.
"Kita sedikitnya sudah menyalurkan 85.859 paket perdana kepada masyarakat Indonesia. Pada tahun 2022 sudah tersalurkan 30 ribu," katanya di sela penyaluran bantuan, Minggu (20/11/2022).
Di Kabupaten Cilacap, sebanyak 6.282 paket telah tersalurkan. Ia menyatakan akan terus melanjutkan program ini untuk meringankan beban masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
"Kami berkomitmen dapat membantu masyarakat. Pada tahun berikutnya konversi dapat terus terlaksana," tuturnya.
Ketua Komisi VII Fraksi Nasdem, selaku penyerap aspirasi, Sugeng Suparwoto, menjelaskan program tersebut merupakan masukan dari nelayan yang mengeluhkan harga BBM yang fluktuatif. Terlebih setelah kenaikan beberapa waktu lalu yang semakin memberatkan perekonomian nelayan.
Berita Terkait
-
Perihal Matra Calon Panglima TNI, Sufmi Dasco Ahmad: Semua Punya Peluang yang Sama
-
Fahmy Alaydroes Minta Kemenparekraf Jaga Sorotan Wisata Indonesia di Mata Dunia Pasca KTT G20
-
Harga BBM Subsidi Turun Dampak Tren Penurunan Minyak Dunia?
-
Sempat Desemayamkan di RS Elisabeth Semarang, Taufik Kurniawan Politikus PAN Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas